Info dan Berita

Pembagian Sembako Kenduri Nusantara

Tumpeng-Indonesia1-1019x1024 Pembagian Sembako Kenduri Nusantara

Yayasan Wilwatikta Sriphala Nusantara adalah yayasan nirlaba yang berfokus pada bidang pendidikan, sosial, dan kemanusiaan, dengan tujuan mengembangkan karakter generasi muda berdasarkan nilai-nilai positif, nasionalisme, dan cinta tanah air. Yayasan ini memiliki program-program yang menitikberatkan pada pengembangan pribadi, serta berkontribusi pada seni, budaya, humaniora, dan lingkungan hidup. 

  • Bidang Kegiatan: Pendidikan, sosial, kemanusiaan, seni, budaya, humaniora, dan lingkungan hidup.
  • Tujuan: Mengembangkan karakter generasi muda agar memiliki hati yang baik, berkarakter kuat, empati, cinta tanah air, dan mampu membawa perubahan positif.
  • Pendekatan: Program-program pendidikan yang mengutamakan perawatan personal pada setiap individu.
  • Nilai-nilai: Alturistik dan semangat nasionalisme. 
Tumpeng-Indonesia2-1024x1024 Pembagian Sembako Kenduri Nusantara

Sembako adalah singkatan dari sembilan bahan pokok yang terdiri dari bahan-bahan pangan utama yang sangat dibutuhkan masyarakat sehari-hari. Sembako menjadi kebutuhan primer dan penting untuk kelangsungan hidup, seperti beras, gula, minyak goreng, telur, daging, susu, garam, dan minyak tanah/gas elpiji. 

Berikut adalah sembilan bahan pokok yang termasuk dalam sembako: 

  • Beras: Sebagai sumber karbohidrat utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.
  • Jagung: Sumber karbohidrat lain yang juga merupakan kebutuhan pokok.
  • Gula pasir: Bahan untuk pemanis dalam makanan dan minuman.
  • Minyak goreng dan mentega: Bahan penting untuk menggoreng dan memasak.
  • Daging sapi dan ayam: Sumber protein hewani.
  • Susu: Sumber nutrisi dan vitamin tambahan.
  • Telur: Sumber protein hewani yang bergizi.
  • Minyak tanah atau gas elpiji: Bahan bakar untuk memasak.
  • Garam beryodium: Bahan penyedap rasa yang esensial. 
Tumpeng-Indonesia3-1015x1024 Pembagian Sembako Kenduri Nusantara

Sorgum adalah tanaman serealia serbaguna yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif pengganti nasi dan gandum, pakan ternak, serta bahan baku industri seperti bioetanol. Tanaman ini berasal dari Afrika Timur dan dikenal kaya akan nutrisi seperti protein, serat, vitamin B, dan mineral, serta memiliki manfaat kesehatan seperti bebas gluten, kaya antioksidan, dan indeks glikemik rendah. Sorgum juga terkenal toleran terhadap kekeringan dan kondisi tanah yang tidak stabil, menjadikannya pilihan yang ramah lingkungan. 

Manfaat dan kegunaan sorgum

  • Sumber pangan: Dapat diolah menjadi nasi, bubur, tepung, roti, kue, dan sirup. Cocok bagi mereka yang membutuhkan alternatif bebas gluten atau diet rendah lemak. 
  • Pakan ternak: Biji sorgum dapat digunakan sebagai pakan untuk hewan ternak. 
  • Energi: Dapat diolah menjadi bioetanol sebagai sumber energi alternatif. 
  • Kesehatan:
    • Bebas gluten: Aman untuk penderita penyakit celiac atau sensitif terhadap gluten. 
    • Kaya antioksidan: Mengandung senyawa seperti tanin dan fenolik yang membantu melawan radikal bebas. 
    • Indeks glikemik rendah: Membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil, bermanfaat bagi penderita diabetes. 
    • Mendukung pencernaan: Kandungan seratnya baik untuk kesehatan usus. 
  • Lingkungan: Tahan terhadap kekeringan dan membutuhkan lebih sedikit air dibandingkan tanaman biji-bijian lain seperti jagung atau gandum. 

Potensi pengembangan di Indonesia

  • Pangan alternatif: Sorgum memiliki potensi besar sebagai pengganti beras dan gandum, terutama di daerah yang tidak cocok untuk padi. 
  • Diversifikasi pangan: Budidaya sorgum dapat mendukung ketahanan pangan nasional melalui diversifikasi sumber karbohidrat. 
  • Pengolahan dan pasar: Pengembangan industri hilir yang kuat diperlukan untuk mengolah sorgum menjadi produk bernilai tambah dan menciptakan kepastian pasar bagi petani. 

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

MCD dan Smart Governance

Implementasi Smart Governance Dan Relevansinya Dengan Asas Umum Pemerintahan Yang Baik Di Kabupaten Boyolali

Smart Governance merupakan sebuah peningkatan tata kelola pemerintah yang mencakup penggunaan teknologi informasi yang terintegrasi dengan internet, Pola input, proses, dan output sistem informasi yang akan memberikan umpan balik kepada pemegang kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi smart governance di Kabupaten Boyolali dalam mencapai tujuannya berdasarkan Perda Kabupaten Boyolali Nomor 12 Tahun 2022 serta menganalisis penerapan prinsip Asas Umum Pemerintahan yang Baik dalam pengelolaan smart governance di Pemerintahan Kabupaten Boyolali. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris, yang menggabungkan analisis hukum dan temuan empiris di lapangan. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari dokumen hukum dan literatur terkait. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa implementasi smart governance di kabupaten boyolali telah berjalan dengan baik, ditandai dengan adanya inovasi seperti Mall Pelayanan Publik (MPP) dan Monitoring Center for Development (MCD). Namun, tantangan seperti infrastruktur yang belum merata dan partisipasi masyarakat yang masih rendah perlu diatasi. Penerapan AUPB dalam pelaksanaan Smart Governance juga menunjukkan kemajuan, dengan prinsip-prinsip seperti keterbukaan dan akuntabilitas yang mulai diterapkan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan dan praktik pemerintahan yang lebih baik di Kabupaten Boyolali dan daerah lainnya.

Kata Kunci: Smart Governance, Otonomi Daerah, Asas Umum Pemerintahan Yang Baik

Penerapan Smart Governance di Kabupaten Boyolali diatur melalui Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Kabupaten Cerdas. Regulasi ini menekankan inovasi, adopsi teknologi, perbaikan pelayanan publik, integrasi data, serta keterlibatan masyarakat dan pemerintah dalam pembangunan daerah. Salah satu tujuan utama Smart Governance adalah meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan. Teknologi digital memungkinkan masyarakat memantau kebijakan dan kinerja pemerintah secara real-time, sehingga kepercayaan publik meningkat dan potensi korupsi dapat diminimalisir.

Peningkatan kinerja birokrasi dilakukan melalui pembuatan aplikasi khusus, baik inovasi perangkat daerah maupun adopsi dari provinsi/kementerian. Banyak aplikasi ini sudah terintegrasi, memungkinkan pertukaran data otomatis dan real-time antar perangkat daerah sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih efisien. Sebagai kebijakan dasar inovasi, Boyolali meluncurkan Monitoring Center for Development (MCD). Sistem ini dibangun untuk mengatasi masalah data yang selama ini hanya bersifat sampling dan estimasi, sehingga tidak dapat digunakan sebagai dasar intervensi kebijakan yang tepat. MCD memungkinkan pengumpulan, pengolahan, dan analisis data terintegrasi dari berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ekonomi. Pemerintah dapat memantau program secara real-time, mengidentifikasi masalah, dan merumuskan solusi yang lebih efektif.

Penerapan aplikasi khusus dan MCD juga mendukung reformasi birokrasi nasional. Inovasi ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam optimalisasi teknologi informasi untuk meningkatkan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan. Dalam pelayanan publik, Boyolali menghadirkan Mall Pelayanan Publik (MPP) sebagai inovasi smart governance. MPP menyediakan 186 layanan dari 27 instansi dalam satu lokasi terpadu, sehingga masyarakat dapat mengurus berbagai kebutuhan administrasi secara lebih cepat dan efisien.

Optimalisasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dilakukan melalui MCD, yang berfungsi memantau dan menilai pelaksanaan pembangunan berbasis data masyarakat. Pendekatan ini mendorong partisipasi masyarakat dan mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti. Penerapan SPBE juga memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui akses data yang transparan, sehingga masyarakat dapat memberikan masukan dan umpan balik secara konstruktif.

Implementasi Smart Governance di Kabupaten Boyolali sesuai Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2022, pemerintah daerah telah menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan akuntabel melalui pemanfaatan teknologi informasi dan inovasi pelayanan publik. Penerapan Smart Governance telah membawa perubahan signifikan, terutama dalam peningkatan kinerja birokrasi melalui integrasi aplikasi dan sistem informasi, serta pengembangan Monitoring Center for Development (MCD) yang menyediakan basis data terintegrasi dan real-time untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti.

Inovasi pelayanan publik, seperti Mall Pelayanan Publik (MPP) dan sistem informasi elektronik, telah memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan, meningkatkan efisiensi, serta memperluas jangkauan dan transparansi pelayanan pemerintah daerah. Optimalisasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan penerapan Sistem Satu Data melalui PPID dan MCD semakin memperkuat fondasi tata kelola pemerintahan berbasis data, sehingga kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan secara publik.

Dengan demikian, visi Kabupaten Boyolali untuk menjadi daerah yang cerdas, modern, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat dapat tercapai secara efektif, sekaligus mendukung agenda reformasi birokrasi nasional. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya sangat diperlukan untuk mengatasi hambatan yang ada dan memastikan bahwa setiap inovasi yang diimplementasikan benar-benar memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Secara keseluruhan, Smart Governance di Kabupaten Boyolali telah menunjukkan kemajuan yang berarti, meskipun masih memerlukan upaya perbaikan dan penguatan di berbagai aspek agar dapat menjadi model tata kelola pemerintahan yang unggul dan berkelanjutan di masa depan.

Syahputra, Erlangga and , Dr. Nunik Nurhayati, S.H., M.H. (2025) Implementasi Smart Governance Dan Relevansinya Dengan Asas Umum Pemerintahan Yang Baik Di Kabupaten Boyolali. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Publikasi Ilmiah: eprints UMS

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

Sosialisasi RDKK

2025.10-Sosialisasi-BPP-Cepogo-Desa-Sumbung-1024x768 Sosialisasi RDKK

Sosialisasi RDKK pupuk bersubsidi adalah kegiatan yang dilakukan oleh dinas pertanian dan penyuluh untuk memberikan pemahaman kepada petani mengenai cara penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dan tata kelola pupuk bersubsidi secara tepat sasaran dan sesuai regulasi. Tujuannya adalah memastikan data kebutuhan pupuk petani akurat, mempermudah proses penebusan pupuk, dan menjamin kelancaran distribusi pupuk bersubsidi sesuai ketentuan. 

Apa itu RDKK? 

  • RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok): adalah dokumen yang berisi usulan kebutuhan pupuk kelompok tani untuk satu musim tanam, yang menjadi dasar pengajuan alokasi pupuk bersubsidi.

Tujuan Sosialisasi RDKK

  • Memastikan data yang akurat: Membantu petani menyusun RDKK yang valid dan tepat sasaran berdasarkan data yang sebenarnya. 
  • Memperjelas aturan: Memberikan pemahaman tentang mekanisme penyusunan RDKK, kriteria petani penerima, dan tata kelola pupuk bersubsidi terbaru. 
  • Mempermudah penebusan pupuk: Memastikan petani dapat menebus pupuk sesuai usulan RDKK yang telah disahkan, sehingga kebutuhan pupuk terpenuhi. 
  • Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas: Memperkuat sistem tata kelola pupuk bersubsidi agar lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Siapa yang Terlibat?

  • Petani dan Kelompok Tani: Sebagai pihak yang akan menyusun dan memasukkan data RDKK. 
  • Penyuluh Pertanian (PPL): Sebagai fasilitator yang memberikan bimbingan dan sosialisasi kepada petani. 
  • Dinas Pertanian: Bertanggung jawab untuk menyelenggarakan sosialisasi dan mengelola data RDKK. 
  • Tim Entry Data E-RDKK: Petugas yang memasukkan data RDKK ke dalam sistem elektronik. 

Proses Penyusunan RDKK

  1. Registrasi Petani: Petani harus terdaftar dalam sistem e-RDKK dan menggarap lahan maksimal 2 hektare. 
  1. Pengumpulan Data: Petani mengumpulkan data yang meliputi KTP, KK, luas lahan, bukti kepemilikan lahan, dan komoditas yang diusahakan. 
  1. Pengisian RDKK: Penyuluh membantu petani dalam mengisi RDKK berbasis sistem elektronik (e-RDKK) dengan dosis pupuk sesuai rekomendasi. 
  1. Verifikasi Data: Data yang telah diinput akan diverifikasi oleh tim admin, mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten. 
  1. Pengesahan: Data yang telah diverifikasi akan disahkan oleh kepala dinas pertanian, yang kemudian menjadi dasar penebusan pupuk bersubsidi. 
2025.10.10-Kelompok-Tani-2-1024x768 Sosialisasi RDKK

Penyuluh dari BPP Cepogo memberikan sosialisasi tentang RDKK di Aula Desa Sumbung kepada Gapoktan dan Ketua Kelompok Tani se-Desa Sumbung (Jumat, 10 Oktober 2025).

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

Pembekalan Kampung KB

2025.10-Pembekalan-Kampung-KB-1024x768 Pembekalan Kampung KB

Pembekalan Kampung KB adalah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman anggota Kelompok Kerja (Pokja) Kampung KB agar mereka dapat melaksanakan program-program kependudukan dan keluarga berencana secara lebih efektif. Tujuannya adalah untuk memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup melalui program seperti penanganan stunting, program yang menyasar keluarga (balita, lansia, PUS), serta pengelolaan program-program lain yang berkaitan dengan kesejahteraan keluarga.

Tujuan utama

  • Meningkatkan pemahaman dan kapasitas anggota Pokja Kampung KB.
  • Memberikan pengetahuan dan keterampilan yang lebih mendalam tentang program Kampung KB.
  • Menambah bekal bagi kader untuk melaksanakan kegiatan di tingkat kampung.

Manfaat

  • Meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program yang dijalankan di Kampung KB.
  • Menciptakan desa yang lebih berkualitas dan mandiri.
  • Meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan akses masyarakat terhadap informasi dan layanan Keluarga Berencana (KB).
  • Membantu mencapai tujuan program Bangga Kencana melalui koordinasi lintas sektor.

Peserta

  • Anggota Pokja (Kelompok Kerja) Kampung KB.
  • Kader-kader Kampung KB.
  • Ketua TP PKK di tingkat kecamatan.
  • Penyuluh Keluarga Berencana (PKB).
  • Perangkat desa (seperti Lurah).
  • Kelompok kerja lain yang relevan seperti OPD KB.
2025.10.09-Pembekalan-Kampung-KB-3-1024x768 Pembekalan Kampung KB

Desa Sumbung, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali berpartisipasi dalam kegiatan Pembekalan Kampung KB yang diselenggarakan oleh DP2KBP3A Kabupaten Boyolali di Hotel Al Azhar Azhima pada hari Kamis, 09 Oktober 2025.

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

KDMP & UMKM

✨🤝 Pertemuan Pelaku Usaha Desa Sumbung 🤝✨

2025.09-KDMP-UMKM-1024x768 KDMP & UMKM

Koperasi Merah Putih dengan bangga menyelenggarakan pertemuan bersama seluruh pelaku usaha perdagangan di Desa Sumbung. Acara ini menjadi wadah silaturahmi, berbagi pengalaman, serta memperkuat semangat kebersamaan dan kolaborasi demi kemajuan ekonomi desa. 🌱💼

2025.09.19-KDMP-UMKM-1-1024x768 KDMP & UMKM

Mari kita dukung bersama langkah-langkah positif ini, demi terciptanya usaha perdagangan yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing. 🚀

Sumbung-Boyolali
(Kamis, 18 September 2025)

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

Jaksa Garda Desa (Boyolali)

Desa Sumbung mengikuti sosialisasi Aplikasi Jaga Desa.

2025.09-Jaga-Desa-1024x768 Jaksa Garda Desa (Boyolali)

Jaga Desa, atau Jaksa Garda Desa, adalah program kolaborasi antara Kejaksaan Agung dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang bertujuan untuk mengawal dan memantau penyaluran serta pemanfaatan dana desa agar tepat sasaran, akuntabel, dan transparan. Program ini juga mencakup edukasi hukum bagi aparat desa dan masyarakat untuk mencegah penyalahgunaan anggaran dan mendorong kesadaran hukum.

2025.09.19-Jaga-Desa-Inspektorat-5-1024x768 Jaksa Garda Desa (Boyolali)

Tujuan Utama Jaga Desa:
1) Mengawal Dana Desa: Memastikan dana desa digunakan secara efektif dan sesuai peraturan, sehingga pembangunan desa berjalan dengan baik.
2) Pencegahan Korupsi: Memberikan pendampingan dan pembinaan hukum kepada aparatur desa untuk meminimalkan potensi tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana desa.
3) Meningkatkan Kesadaran Hukum: Memberikan pemahaman hukum yang lebih baik kepada masyarakat desa terkait hak dan kewajiban mereka, serta mengedukasi mereka tentang pengelolaan keuangan desa.
4) Mendorong Transparansi: Membangun sistem pelaporan dan pengawasan yang transparan melalui aplikasi Jaga Desa untuk memonitor penggunaan anggaran desa.

Bagaimana Jaga Desa Bekerja:
1) Pendampingan dan Pengawasan: Jaksa secara aktif melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap kegiatan pembangunan dan penggunaan dana desa.
2) Aplikasi Jaga Desa: Tersedia aplikasi Jaga Desa sebagai sistem pelaporan dan pemantauan real-time untuk memudahkan akses informasi mengenai dana desa.
3) Edukasi Hukum: Kejaksaan menyelenggarakan sosialisasi dan penyuluhan hukum kepada aparatur desa dan masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang aspek hukum.
4) Kolaborasi: Program ini melibatkan sinergi antara Kejaksaan, Kemendes PDTT, dan pemerintah daerah.

Aula Integritas
Inspektorat Boyolali
Kamis, 18 September 2025

#desasumbung
#pemdessumbung
#sumbung

Lepas Sambut Camat Cepogo

2025.09-Lepas-Sambut-Camat-1024x815 Lepas Sambut Camat Cepogo

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua.

Atas nama segenap jajaran dan masyarakat Kecamatan Cepogo, kami mengucapkan:

Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Dwi Sundarto, S.STP., M.Si. yang telah bertugas sebelumnya. Dedikasi, pengabdian, dan kerja keras yang telah diberikan selama memimpin Kecamatan Cepogo akan selalu dikenang dan menjadi teladan bagi kami semua. Semoga di tempat tugas yang baru, Bapak senantiasa diberikan kelancaran, kesehatan, serta kesuksesan dalam mengemban amanah.

Selamat datang dan selamat bertugas kepada Bapak Muhammad Isak, SP., MP. selaku PLT Camat Cepogo. Kami segenap aparatur dan masyarakat Kecamatan Cepogo menyambut dengan penuh suka cita, serta siap mendukung dan bekerja sama dalam melanjutkan program pembangunan, pelayanan, dan pemberdayaan masyarakat. Semoga dengan kepemimpinan yang baru, Kecamatan Cepogo semakin maju, sejahtera, dan bermartabat.

Akhir kata, mari bersama-sama kita jaga semangat kebersamaan dan gotong royong demi mewujudkan Kecamatan Cepogo yang lebih baik.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

#sumbung
#cepogo
#desasumbung
#pemdessumbung

Peta Inset

Inset peta adalah peta kecil yang disisipkan ke dalam peta utama dengan tujuan memberikan informasi tambahan, seperti menunjukkan kedudukan wilayah yang dipetakan terhadap wilayah yang lebih luas, memperjelas detail area penting yang terlalu kecil di peta utama, atau menyambungkan wilayah terpisah dalam satu peta. Inset umumnya memiliki ukuran lebih kecil dan terletak di sudut peta utama, membantu pembaca memahami konteks geografis dan detail area yang dipetakan.

portfolio-04-1024x701 Peta Inset


Fungsi dan Tujuan Inset Peta
Inset peta berfungsi untuk beberapa hal, antara lain:

Menunjukkan Lokasi (Diagram Lokasi):
Peta inset dapat menunjukkan posisi wilayah yang dipetakan terhadap wilayah yang lebih luas, memberikan konteks di mana lokasi tersebut berada.

Memperbesar Daerah Tertentu:
Inset dapat digunakan untuk memperbesar bagian dari peta utama yang penting atau memiliki detail kecil agar lebih jelas terlihat dan dipahami.

Menyambungkan Wilayah:
Pada peta dengan wilayah yang tidak menyatu, inset dapat digunakan untuk menampilkan area-area yang terpisah agar terhubung dalam satu peta.

Menjelaskan Wilayah:
Inset membantu menjelaskan suatu wilayah dengan wilayah lain di sekitarnya, memberikan gambaran menyeluruh.

Ciri-ciri Inset Peta
Beberapa ciri khas inset peta adalah:
Ukuran: Umumnya lebih kecil dibandingkan dengan peta utama.
Letak: Seringkali ditempatkan di salah satu pojok peta utama.
Informasi: Menampilkan informasi yang lebih terperinci tentang lokasi atau wilayah yang disorot.

====================

Peta kecamatan adalah peta administratif berskala besar yang menampilkan batas wilayah suatu kecamatan beserta desa atau kelurahan di dalamnya, serta menunjukkan informasi penting seperti jaringan jalan, fasilitas umum, dan lokasi strategis. Peta ini sangat berguna untuk berbagai keperluan, termasuk perencanaan pembangunan, analisis demografi, pengelolaan wilayah, dan administrasi pertanahan.

Informasi yang biasanya terdapat dalam peta kecamatan: 

  • Batas Wilayah Administratif: Menunjukkan batas-batas kecamatan dan desa/kelurahan di dalamnya.
  • Jaringan Jalan: Menampilkan jalan-jalan utama maupun jalan lainnya dalam lingkup kecamatan.
  • Fasilitas Umum: Memuat lokasi fasilitas seperti sekolah, rumah sakit, kantor pemerintahan, dan fasilitas publik lainnya.
  • Lokasi Penting: Menunjukkan lokasi-lokasi strategis yang relevan dengan aktivitas masyarakat.

Kegunaan peta kecamatan:

  • Perencanaan Pembangunan: Membantu dalam merencanakan proyek-proyek pembangunan di tingkat kecamatan. 
  • Analisis Demografi: Digunakan untuk menganalisis data penduduk dan karakteristik wilayah. 
  • Pengelolaan Wilayah: Mendukung kegiatan pengelolaan wilayah oleh pemerintah daerah. 
  • Administrasi Pertanahan: Membantu dalam memahami dan mengelola lahan serta bidang pertanahan. 
  • Penentuan Batas Desa: Penting untuk kejelasan batas-batas administratif antar desa. 

PETA RENCANA STRUKTUR RUANG KECAMATAN CEPOGO

Peta-Kecamatan-Cepogo-HD-BW-1024x717 Peta Inset

PETA RENCANA POLA RUANG KECAMATAN CEPOGO

Peta-Kecamatan-Cepogo-HD-Warna-1024x716 Peta Inset

====================

Peta desa adalah representasi visual dari wilayah desa yang menampilkan berbagai elemen penting seperti batas wilayah, infrastruktur, penggunaan lahan, sumber daya alam, dan aspek sosial-budaya. Peta ini dibuat dalam permukaan datar yang diperkecil dengan skala tertentu dan diwakili dengan simbol, serta berfungsi sebagai alat dasar untuk perencanaan tata ruang, pengelolaan sumber daya, dan pengembangan wilayah desa.

Unsur-unsur dalam peta desa meliputi:

  • Data tematik: Mencakup informasi khusus seperti peta penggunaan lahan, peta sarana dan prasarana, serta peta tutupan lahan. 
  • Data grafis: Informasi tentang batas-batas wilayah, jaringan jalan, dan fasilitas umum. 
  • Informasi geospasial: Data lokasi geografis yang relevan dengan desa, seperti batas desa dan karakteristik wilayah. 

Fungsi dan manfaat peta desa:

  • Perencanaan Pembangunan: Menjadi dasar untuk merencanakan infrastruktur, mengidentifikasi potensi wilayah, dan mengelola sumber daya. 
  • Pengelolaan Wilayah: Membantu dalam pengelolaan sumber daya alam, kontrol alih fungsi lahan, dan penataan tata ruang. 
  • Visualisasi Informasi: Memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi dan potensi desa kepada pemerintah dan masyarakat. 
  • Dasar Hukum dan Administratif: Mengamankan batas wilayah desa, mengurangi potensi konflik, dan menjadi dasar penetapan tata ruang. 

Teknologi yang digunakan:

  • Sistem Informasi Geografis (GIS): Teknologi yang memungkinkan data geografis disajikan secara interaktif, memudahkan analisis, dan visualisasi. 
  • Citra Satelit dan Foto Udara: Sumber data utama untuk membuat peta desa dengan resolusi tinggi. 
  • Teknologi Digital: Peta desa kini banyak tersedia dalam format digital (peta online) yang interaktif dan dapat diakses melalui internet. 

====================

PETA DESA SE-KECAMATAN CEPOGO

PETA DESA WONODOYO (33.09.03.2001)

Peta-Desa-Wonodoyo-1024x724 Peta Inset


PETA DESA JOMBONG (33.09.03.2002)

Peta-Desa-Jombong-1024x724 Peta Inset


PETA DESA GEDANGAN (33.09.03.2003)

Peta-Desa-Gedangan-1024x724 Peta Inset


PETA DESA SUMBUNG (33.09.03.2004)

Peta-Desa-Sumbung-1024x724 Peta Inset


PETA DESA PARAS (33.09.03.2005)

Peta-Desa-Paras-1024x724 Peta Inset


PETA DESA JELOK (33.09.03.2006)

Peta-Desa-Jelok-724x1024 Peta Inset


PETA DESA BAKULAN (33.09.03.2007)

Peta-Desa-Bakulan-724x1024 Peta Inset


PETA DESA CANDIGATAK (33.09.03.2008)

Peta-Desa-Candigatak-1024x724 Peta Inset


PETA DESA CABEANKUNTI (33.09.03.2009)

Peta-Desa-Cabeankunti-1024x724 Peta Inset


PETA DESA MLIWIS (33.09.03.2010)

Peta-Desa-Mliwis-1024x724 Peta Inset


PETA DESA SUKABUMI (33.09.03.2011)

Peta-Desa-Sukabumi-1024x724 Peta Inset


PETA DESA GENTING (33.09.03.2012)

Peta-Desa-Genting-1024x724 Peta Inset


PETA DESA CEPOGO (33.09.03.2013)

Peta-Desa-Cepogo-1024x724 Peta Inset


PETA DESA KEMBANGKUNING (33.09.03.2014)

Peta-Desa-Kembangkuning-1024x724 Peta Inset


PETA DESA GUBUG (33.09.03.2015
)

Peta-Desa-Gubug-724x1024 Peta Inset

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

Study Orientasi Lapangan dari Tabanan, Bali

ᬒᬁᬲ᭄ᬯᬲ᭄ᬢ᭄ᬬᬲ᭄ᬢᬸ

“Om Swastiastu”

2025.08-MMT-BPD-Tabanan-Bali-1024x486 Study Orientasi Lapangan dari Tabanan, Bali

꧋ꦥꦼꦩꦼꦫꦶꦤ꧀ꦠꦃꦣꦺꦱꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁꦩꦼꦤꦼꦫꦶꦩꦏꦸꦚ꧀ꦗꦸꦔꦤ꧀ꦝꦫꦶ꧇ꦧ꧀꧈ꦥ꧀꧈ꦣ꧀꧈ꦱꦼꦏꦼꦕꦩꦠꦤ꧀ꦠꦧꦤꦤ꧀‌ꦏꦧꦸꦥꦠꦺꦤ꧀ꦠꦧꦤꦤ꧀‌ꦥꦿꦺꦴꦮ꦳ꦶꦤ꧀ꦱꦶꦧꦭꦶꦣꦭꦩ꧀ꦫꦁꦏꦱ꧀ꦠꦸꦣꦶꦎꦫꦶꦪꦺꦤ꧀ꦠꦱꦶꦭꦥꦔꦤ꧀꧈

Pemerintah Desa Sumbung menerima Kunjungan dari BPD se-Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali dalam rangka Study Orientasi Lapangan.

Kunjungan-Tabanan-Bali1-1024x703 Study Orientasi Lapangan dari Tabanan, Bali

꧋ꦱ꧀ꦠꦸꦣꦶꦎꦫꦶꦪꦺꦤ꧀ꦠꦱꦶꦭꦥꦔꦤ꧀ꦄꦣꦭꦃꦏꦼꦒꦶꦪꦠꦤ꧀ꦥꦼꦩ꧀ꦧꦼꦭꦗꦫꦤ꧀ꦭꦁꦱꦸꦁꦣꦶꦭꦺꦴꦏꦱꦶꦠꦼꦂꦠꦼꦤ꧀ꦠꦸꦈꦤ꧀ꦠꦸꦏ꧀ꦩꦼꦤ꧀ꦝꦥꦠ꧀ꦏꦤ꧀ꦥꦼꦔꦭꦩꦤ꧀ꦚꦠꦠꦼꦤ꧀ꦠꦁꦱꦸꦮꦠꦸꦏꦺꦴꦤ꧀ꦱꦺꦥ꧀ꦄꦠꦻꦴꦠꦺꦪꦺꦴꦫꦶꦪꦁꦠꦼꦭꦃꦣꦶꦥꦼꦭꦗꦫꦶꦣꦶꦏꦼꦭꦱ꧀꧈ꦠꦸꦗꦸꦮꦤ꧀ꦈꦠꦩꦚꦄꦣꦭꦃꦩꦼꦔꦸꦩ꧀ꦥꦸꦭ꧀ꦏꦤ꧀ꦝꦠ꧈ꦩꦼꦔꦤꦭꦶꦱꦶꦱ꧀ꦆꦤ꧀ꦥ꦳ꦺꦴꦂꦩꦱꦶ꧈ꦣꦤ꧀ꦩꦼꦤ꧀ꦝꦥꦠ꧀ꦏꦤ꧀ꦥꦼꦔꦭꦩꦤ꧀ꦥꦿꦏ꧀ꦠꦶꦏ꧀ꦝꦶꦣꦸꦤꦶꦪꦏꦼꦂꦗ꧈ꦆꦤ꧀ꦝꦸꦱ꧀ꦠꦿꦶ꧈ꦄꦠꦻꦴꦭꦶꦁꦏꦸꦔꦤ꧀ꦪꦁꦫꦺꦊꦮ꦳ꦤ꧀ꦈꦤ꧀ꦠꦸꦏ꧀ꦩꦼꦤꦶꦁꦏꦠ꧀ꦏꦤ꧀ꦏꦼꦠꦼꦫꦩ꧀ꦥꦶꦭꦤ꧀ꦝꦤ꧀ꦥꦼꦩꦲꦩꦤ꧀ꦥꦼꦱꦼꦂꦠ꧈ꦱꦼꦂꦠꦈꦤ꧀ꦠꦸꦏ꧀ꦱ꧀ꦠꦸꦣꦶꦧꦤ꧀ꦝꦶꦁꦣꦤ꧀ꦥꦼꦤꦶꦁꦏꦠꦤ꧀ꦩꦸꦠꦸ꧉

Studi orientasi lapangan adalah kegiatan pembelajaran langsung di lokasi tertentu untuk mendapatkan pengalaman nyata tentang suatu konsep atau teori yang telah dipelajari di kelas. Tujuan utamanya adalah mengumpulkan data, menganalisis informasi, dan mendapatkan pengalaman praktik di dunia kerja, industri, atau lingkungan yang relevan untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman peserta, serta untuk studi banding dan peningkatan mutu.

Kunjungan-Tabanan-Bali2-1024x768 Study Orientasi Lapangan dari Tabanan, Bali

꧋ꦏꦼꦥꦭꦣꦺꦱꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁꦩꦼꦤꦼꦫꦶꦩꦕꦶꦤ꧀ꦝꦺꦫꦩꦠꦧꦼꦫꦸꦥꦭꦸꦏꦶꦱꦤ꧀ꦝꦤ꧀ꦎꦭꦺꦃꦎꦭꦺꦃꦩꦏꦤꦤ꧀ꦏ꦳ꦱ꧀ꦝꦫꦶꦧꦭꦶ꧉

Kepala Desa Sumbung menerima cinderamata berupa Lukisan dan oleh-oleh makanan khas dari Bali.

꧋ꦕꦶꦤ꧀ꦝꦺꦫꦩꦠꦄꦣꦭꦃꦧꦼꦤ꧀ꦝꦏꦼꦤꦁꦏꦼꦤꦔꦤ꧀ꦄꦠꦻꦴꦠꦤ꧀ꦝꦩꦠꦪꦁꦣꦶꦧꦼꦫꦶꦏꦤ꧀ꦏꦼꦥꦣꦱꦼꦱꦼꦎꦫꦁꦱꦼꦧꦒꦻꦥꦼꦔꦶꦔꦠ꧀ꦄꦏꦤ꧀ꦱꦸꦮꦠꦸꦥꦼꦫꦶꦱ꧀ꦠꦶꦮ꧈ꦠꦼꦩ꧀ꦥꦠ꧀‌ꦄꦠꦻꦴꦥꦼꦔꦭꦩꦤ꧀‌ꦱꦼꦫꦶꦁꦏꦭꦶꦱꦼꦧꦒꦻꦎꦭꦺꦃꦎꦭꦺꦃꦣꦫꦶꦥꦼꦂꦗꦭꦤꦤ꧀ꦮꦶꦱꦠꦄꦠꦻꦴꦄꦕꦫꦠꦼꦂꦠꦼꦤ꧀ꦠꦸ꧉ꦕꦶꦤ꧀ꦝꦺꦫꦩꦠꦧꦶꦱꦧꦼꦫꦸꦥꦧꦼꦤ꧀ꦝꦱꦼꦲꦫꦶꦲꦫꦶꦱꦼꦥꦼꦂꦠꦶꦥꦏꦻꦪꦤ꧀‌ꦥꦼꦫꦭꦠꦤ꧀ꦫꦸꦩꦃꦠꦁꦒ꧈ꦩꦏꦤꦤ꧀ꦏ꦳ꦱ꧀‌ꦲꦶꦁꦒꦧꦫꦁꦧꦫꦁꦈꦤꦶꦏ꧀ꦪꦁꦩꦼꦫꦺꦥꦿꦺꦱꦺꦤ꧀ꦠꦱꦶꦏꦤ꧀ꦧꦸꦣꦪꦄꦠꦻꦴꦏꦼꦄꦫꦶꦥ꦳ꦤ꧀ꦭꦺꦴꦏꦭ꧀ꦱꦸꦮꦠꦸꦣꦌꦫꦃ꧉

Cinderamata adalah benda kenang-kenangan atau tanda mata yang diberikan kepada seseorang sebagai pengingat akan suatu peristiwa, tempat, atau pengalaman, seringkali sebagai oleh-oleh dari perjalanan wisata atau acara tertentu. Cinderamata bisa berupa benda sehari-hari seperti pakaian, peralatan rumah tangga, makanan khas, hingga barang-barang unik yang merepresentasikan budaya atau kearifan lokal suatu daerah.

Kunjungan-Tabanan-Bali3-1024x768 Study Orientasi Lapangan dari Tabanan, Bali

꧋ꦫꦺꦴꦩ꧀ꦧꦺꦴꦔꦤ꧀ꦱ꧀ꦠꦸꦣꦶꦎꦫꦶꦪꦺꦤ꧀ꦠꦱꦶꦭꦥꦔꦤ꧀ꦩꦼꦭꦚ꧀ꦗꦸꦠ꧀ꦏꦤ꧀ꦏꦼꦒꦶꦪꦠꦤ꧀ꦝꦼꦔꦤ꧀ꦩꦼꦔꦸꦚ꧀ꦗꦸꦔꦶꦏꦺꦴꦥꦼꦫꦱꦶꦣꦺꦱꦩꦺꦫꦃꦥꦸꦠꦶꦃꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧉

Rombongan Study Orientasi Lapangan melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi Koperasi Desa Merah Putih Sumbung.

꧋ꦏꦺꦴꦥꦼꦫꦱꦶꦣꦺꦱ/ꦏꦼꦭꦸꦫꦲꦤ꧀ꦩꦺꦫꦃꦥꦸꦠꦶꦃ(ꦏ꧀꧈ꦣ꧀꧈ꦩ꧀꧈ꦥ꧀꧈)ꦄꦣꦭꦃꦊꦩ꧀ꦧꦒꦌꦏꦺꦴꦤꦺꦴꦩꦶꦩꦱꦾꦫꦏꦠ꧀ꦧꦼꦂꦧꦱꦶꦱ꧀ꦝꦺꦱ/ꦏꦼꦭꦸꦫꦲꦤ꧀ꦪꦁꦣꦶꦧꦼꦤ꧀ꦠꦸꦏ꧀ꦱꦼꦧꦒꦻꦥꦿꦺꦴꦒꦿꦩ꧀ꦥꦿꦶꦪꦺꦴꦫꦶꦠꦱ꧀ꦤꦱꦶꦪꦺꦴꦤꦭ꧀ꦈꦤ꧀ꦠꦸꦏ꧀ꦩꦼꦤꦶꦁꦏꦠ꧀ꦏꦤ꧀ꦏꦼꦱꦼꦗꦃꦠꦼꦫꦄꦤ꧀ꦝꦤ꧀ꦏꦼꦩꦤ꧀ꦝꦶꦫꦶꦪꦤ꧀ꦌꦏꦺꦴꦤꦺꦴꦩꦶꦩꦱꦾꦫꦏꦠ꧀ꦩꦼꦭꦭꦸꦮꦶꦥꦿꦶꦤ꧀ꦱꦶꦥ꧀ꦒꦺꦴꦠꦺꦴꦁꦫꦺꦴꦪꦺꦴꦁ꧈ꦏꦼꦏꦼꦭꦸꦮꦂꦒꦄꦤ꧀‌ꦣꦤ꧀ꦥꦂꦠꦶꦱꦶꦥꦱꦶꦄꦏ꧀ꦠꦶꦥ꦳꧀꧈ꦏꦺꦴꦥꦼꦫꦱꦶꦆꦤꦶꦧꦼꦂꦠꦸꦗꦸꦮꦤ꧀ꦩꦼꦩ꧀ꦥꦼꦂꦏꦸꦮꦠ꧀ꦥꦼꦫꦺꦏꦺꦴꦤꦺꦴꦩꦶꦪꦤ꧀ꦭꦺꦴꦏꦭ꧀‌ꦩꦼꦤꦶꦁꦏꦠ꧀ꦏꦤ꧀ꦝꦪꦠꦮꦂꦥꦼꦠꦤꦶꦣꦤ꧀ꦈ꧉ꦩ꧀꧈ꦏ꧀꧈ꦩ꧀‌꧈ꦩꦼꦤ꧀ꦱ꧀ꦠꦧꦶꦭ꧀ꦏꦤ꧀ꦲꦂꦒꦥꦺꦴꦏꦺꦴꦏ꧀‌ꦱꦼꦂꦠꦩꦼꦚꦼꦣꦶꦪꦏꦤ꧀ꦄꦏ꧀ꦱꦺꦱ꧀ꦭꦪꦤꦤ꧀ꦏꦼꦈꦮꦔꦤ꧀‌ꦏꦼꦧꦸꦠꦸꦲꦤ꧀ꦥꦺꦴꦏꦺꦴꦏ꧀‌ꦣꦤ꧀ꦥꦼꦔꦼꦩ꧀ꦧꦔꦤ꧀ꦥꦺꦴꦠꦺꦤ꧀ꦱꦶꦣꦺꦱ꧉

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) adalah lembaga ekonomi masyarakat berbasis desa/kelurahan yang dibentuk sebagai program prioritas nasional untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui prinsip gotong royong, kekeluargaan, dan partisipasi aktif. Koperasi ini bertujuan memperkuat perekonomian lokal, meningkatkan daya tawar petani dan UMKM, menstabilkan harga pokok, serta menyediakan akses layanan keuangan, kebutuhan pokok, dan pengembangan potensi desa.

“Om Santi, Santi, Santi, Om”

Sumbung-Boyolali
(Senin, 25 Agustus 2025)

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

Upacara 17 Agustus 2025 (Lapangan Songgo Langit)

꧋ꦫꦁꦏꦻꦪꦤ꧀ꦏꦼꦒꦶꦪꦠꦤ꧀ꦥꦼꦂꦱꦶꦪꦥꦤ꧀ꦝꦤ꧀ꦥꦼꦭꦏ꧀ꦱꦤꦄꦤ꧀ꦈꦥꦕꦫ꧇꧑꧗꧇ꦄꦒꦸꦱ꧀ꦠꦸꦱ꧀꧇꧒꧐꧒꧕꧇꧉

Rangkaian kegiatan persiapan dan pelaksanaan upacara 17 Agustus 2025.

SENIN, 12 AGUSTUS 2025

2025.08.12-Apel-Persiapan-17an-3-1024x768 Upacara 17 Agustus 2025 (Lapangan Songgo Langit)

ꦄꦥꦺꦭ꧀ꦥꦼꦂꦱꦶꦪꦥꦤ꧀ꦈꦥꦕꦫꦧꦼꦤ꧀ꦝꦺꦫ

Apel Persiapan Upacara Bendera

2025.08.12-Apel-Persiapan-17an-4-1024x768 Upacara 17 Agustus 2025 (Lapangan Songgo Langit)

꧋ꦭꦠꦶꦲꦤ꧀ꦥꦼꦂꦱꦶꦪꦥꦤ꧀ꦈꦥꦕꦫꦩꦼꦭꦶꦥꦸꦠꦶꦭꦠꦶꦲꦤ꧀ꦏꦼꦣꦶꦱꦶꦥ꧀ꦭꦶꦤꦤ꧀‌ꦧꦫꦶꦱ꧀ꦧꦼꦂꦧꦫꦶꦱ꧀(ꦥ꧀꧈ꦧ꧀꧈ꦧ꧀꧈)꧈ꦠꦺꦏ꧀ꦤꦶꦏ꧀ꦥꦼꦔꦶꦧꦫꦤ꧀ꦧꦼꦤ꧀ꦝꦺꦫ꧈ꦣꦤ꧀ꦥꦼꦩ꧀ꦧꦕꦄꦤ꧀ꦠꦺꦏ꧀ꦱ꧀ꦈꦥꦕꦫ꧉ꦏꦼꦒꦶꦪꦠꦤ꧀ꦆꦤꦶꦧꦼꦂꦠꦸꦗꦸꦮꦤ꧀ꦈꦤ꧀ꦠꦸꦏ꧀ꦩꦼꦩꦱ꧀ꦠꦶꦏꦤ꧀ꦏꦼꦭꦚ꧀ꦕꦫꦤ꧀‌ꦏꦼꦠꦼꦂꦠꦶꦧꦤ꧀‌ꦣꦤ꧀ꦏꦼꦏ꦳ꦶꦣ꧀ꦩꦠꦤ꧀ꦥꦼꦭꦏ꧀ꦱꦤꦄꦤ꧀ꦈꦥꦕꦫꦣꦼꦔꦤ꧀ꦩꦼꦩ꧀ꦧꦼꦤ꧀ꦠꦸꦏ꧀ꦩꦺꦤ꧀ꦠꦭ꧀‌ꦥ꦳ꦶꦱꦶꦏ꧀‌ꦱꦼꦂꦠꦏꦫꦏ꧀ꦠꦼꦂꦥꦼꦱꦼꦂꦠꦩꦼꦭꦭꦸꦮꦶꦏꦼꦂꦗꦱꦩꦠꦶꦩ꧀꧈

Latihan persiapan upacara meliputi latihan kedisiplinan, baris-berbaris (PBB), teknik pengibaran bendera, dan pembacaan teks upacara. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran, ketertiban, dan kekhidmatan pelaksanaan upacara dengan membentuk mental, fisik, serta karakter peserta melalui kerja sama tim.

2025.08.12-Apel-Persiapan-17an-11-1024x490 Upacara 17 Agustus 2025 (Lapangan Songgo Langit)

꧋ꦱꦼꦠꦼꦭꦃꦥꦼꦠꦸꦒꦱ꧀ꦈꦥꦕꦫꦱꦼꦊꦱꦻꦭꦠꦶꦲꦤ꧀ꦥꦼꦂꦱꦶꦪꦥꦤ꧀‌ꦧꦶꦪꦱꦚꦄꦏꦤ꧀ꦝꦶꦄꦣꦏꦤ꧀ꦈꦥꦕꦫꦥꦼꦤꦸꦠꦸꦥꦤ꧀ꦭꦠꦶꦲꦤ꧀꧈ꦥꦿꦺꦴꦱꦺꦱ꧀ꦆꦤꦶꦩꦼꦭꦶꦧꦠ꧀ꦏꦤ꧀ꦥꦼꦩ꧀ꦧꦶꦤꦈꦥꦕꦫ꧈ꦥꦼꦠꦸꦒꦱ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚ꧀ꦗꦼꦩ꧀ꦥꦸꦠ꧀ꦥꦼꦩ꧀ꦧꦶꦤ꧈ꦥꦼꦚꦼꦫꦲꦤ꧀ꦥꦱꦸꦏꦤ꧀‌ꦥꦼꦤꦸꦫꦸꦤꦤ꧀ꦧꦼꦤ꧀ꦝꦺꦫ꧈ꦥꦼꦩ꧀ꦧꦕꦄꦤ꧀ꦄꦩꦤꦠ꧀ꦄꦠꦻꦴꦣꦺꦴꦄ꧈ꦭꦭꦸꦥꦼꦩ꧀ꦧꦸꦧꦫꦤ꧀ꦧꦫꦶꦱꦤ꧀ꦎꦭꦺꦃꦥꦿꦠꦩ꧉

Setelah petugas upacara selesai latihan persiapan, biasanya akan diadakan upacara penutupan latihan. Proses ini melibatkan pembina upacara, petugas yang menjemput pembina, penyerahan pasukan, penurunan bendera, pembacaan amanat atau doa, lalu pembubaran barisan oleh pratama.

JUMAT, 15 AGUSTUS 2025

2025.08.15-Gladi-Bersih-Persiapan-17an-1-1024x461 Upacara 17 Agustus 2025 (Lapangan Songgo Langit)

꧋ꦒ꧀ꦭꦣꦶꦧꦼꦂꦱꦶꦃꦄꦣꦭꦃꦭꦠꦶꦲꦤ꧀ꦄꦠꦻꦴꦥꦼꦭꦠꦶꦲꦤ꧀ꦈꦩꦸꦩ꧀ꦠꦼꦫꦏ꦳ꦶꦂꦪꦁꦣꦶꦭꦏꦸꦏꦤ꧀ꦱꦼꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦱꦼꦧꦸꦮꦃꦄꦕꦫꦱꦸꦁꦒꦸꦲꦤ꧀ꦧꦼꦂꦭꦁꦱꦸꦁ꧈ꦣꦼꦔꦤ꧀ꦠꦸꦗꦸꦮꦤ꧀ꦈꦤ꧀ꦠꦸꦏ꧀ꦩꦼꦩꦱ꧀ꦠꦶꦏꦤ꧀ꦏꦼꦭꦚ꧀ꦕꦫꦤ꧀‌ꦏꦼꦱꦸꦏ꧀ꦱꦺꦱꦤ꧀‌ꦣꦤ꧀ꦏꦼꦱꦶꦪꦥꦤ꧀ꦱꦼꦩꦸꦮꦥꦶꦲꦏ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦭꦶꦧꦠ꧀‌ꦩꦸꦭꦻꦣꦫꦶꦥꦤꦶꦠꦶꦪꦲꦶꦁꦒꦥꦼꦱꦼꦂꦠ꧉

Gladi bersih adalah latihan atau pelatihan umum terakhir yang dilakukan sebelum sebuah acara sungguhan berlangsung, dengan tujuan untuk memastikan kelancaran, kesuksesan, dan kesiapan semua pihak yang terlibat, mulai dari panitia hingga peserta.

2025.08.15-Gladi-Bersih-Persiapan-17an-3-1024x771 Upacara 17 Agustus 2025 (Lapangan Songgo Langit)

ꦣꦭꦩ꧀ꦒꦼꦭꦣꦶꦧꦼꦂꦱꦶꦃ꧈ꦥꦼꦭꦏ꧀ꦱꦤꦄꦤ꧀ꦏꦼꦒꦶꦪꦠꦤ꧀ꦝꦶꦧꦸꦮꦠ꧀ꦩꦼꦚꦼꦫꦸꦥꦻꦄꦕꦫꦄꦱ꧀ꦭꦶꦚꦱꦼꦕꦫꦣꦼꦠꦻꦭ꧀‌ꦠꦼꦂꦩꦱꦸꦏ꧀ꦈꦫꦸꦠꦤ꧀‌ꦮꦏ꧀ꦠꦸ꧈ꦣꦤ꧀ꦱꦼꦩꦸꦮꦏꦺꦴꦩ꧀ꦥꦺꦴꦤꦺꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦭꦶꦧꦠ꧀‌ꦱꦼꦥꦼꦂꦠꦶꦥꦼꦤꦩ꧀ꦥꦶꦭꦤ꧀‌ꦱꦸꦱꦸꦤꦤ꧀ꦄꦕꦫ꧈ꦣꦤ꧀ꦥꦼꦫꦭꦠꦤ꧀꧈

Dalam gladi bersih, pelaksanaan kegiatan dibuat menyerupai acara aslinya secara detail, termasuk urutan, waktu, dan semua komponen yang terlibat, seperti penampilan, susunan acara, dan peralatan.

2025.08.15-Gladi-Bersih-Persiapan-17an-6-1024x461 Upacara 17 Agustus 2025 (Lapangan Songgo Langit)

꧋ꦩꦂꦱꦶꦁꦧꦼꦤ꧀ꦄꦣꦭꦃꦏꦼꦭꦺꦴꦩ꧀ꦥꦺꦴꦏ꧀ꦩꦸꦱꦶꦏ꧀ꦆꦤ꧀ꦱ꧀ꦠꦿꦸꦩꦺꦤ꧀ꦠꦭ꧀ꦪꦁꦩꦼꦤꦩ꧀ꦥꦶꦭ꧀ꦏꦤ꧀ꦏꦺꦴꦩ꧀ꦧꦶꦤꦱꦶꦄꦤ꧀ꦠꦫꦥꦼꦂꦩꦻꦤꦤ꧀ꦩꦸꦱꦶꦏ꧀(ꦩꦼꦁꦒꦸꦤꦏꦤ꧀ꦄꦭꦠ꧀ꦩꦸꦱꦶꦏ꧀ꦠꦶꦪꦸꦥ꧀‌ꦥꦺꦂꦏꦸꦱꦶ꧈ꦣꦤ꧀ꦆꦤ꧀ꦱ꧀ꦠꦿꦸꦩꦺꦤ꧀ꦥꦶꦠ꧀)ꦣꦤ꧀ꦒꦼꦫꦏꦤ꧀ꦧꦫꦶꦱ꧀ꦧꦼꦂꦧꦫꦶꦱ꧀ꦄꦠꦻꦴꦠꦫꦶꦪꦤ꧀ꦝꦼꦔꦤ꧀ꦥ꦳ꦺꦴꦂꦩꦱꦶꦪꦁꦧꦼꦫꦸꦧꦃꦈꦧꦃ꧈ꦱꦼꦫꦶꦁꦏꦭꦶꦣꦶꦥꦶꦩ꧀ꦥꦶꦤ꧀ꦎꦭꦺꦃꦏꦺꦴꦩꦤ꧀ꦝꦤ꧀ꦭꦥꦔꦤ꧀‌ꦱꦼꦂꦠꦩꦼꦁꦒꦸꦤꦏꦤ꧀ꦄꦭꦠ꧀ꦮ꦳ꦶꦱꦸꦮꦭ꧀ꦱꦼꦥꦼꦂꦠꦶꦧꦼꦤ꧀ꦝꦺꦫꦪꦁꦣꦶꦱꦼꦧꦸꦠ꧀ꦕꦺꦴꦭꦺꦴꦂꦒꦸꦮꦂꦣ꧀꧈

Marching band adalah kelompok musik instrumental yang menampilkan kombinasi antara permainan musik (menggunakan alat musik tiup, perkusi, dan instrumen pit) dan gerakan baris-berbaris atau tarian dengan formasi yang berubah-ubah, sering kali dipimpin oleh komandan lapangan, serta menggunakan alat visual seperti bendera yang disebut color guard.

MINGGU, 17 AGUSTUS 2025

2025.08.17-Upacara-1-1024x490 Upacara 17 Agustus 2025 (Lapangan Songgo Langit)

꧋ꦥꦼꦠꦸꦒꦱ꧀ꦈꦥꦕꦫꦧꦼꦤ꧀ꦝꦺꦫ꧇꧑꧗꧇ꦄꦒꦸꦱ꧀ꦠꦸꦱ꧀꧇꧒꧐꧒꧕꧇꧉

Petugas Upacara Bendera 17 Agustus 2025.

2025.08.17-Upacara-14-768x1024 Upacara 17 Agustus 2025 (Lapangan Songgo Langit)

꧋ꦥꦼꦱꦼꦂꦠꦈꦥꦕꦫ꧇꧑꧗꧇ꦄꦒꦸꦱ꧀ꦠꦸꦱ꧀꧇꧒꧐꧒꧕꧇꧉

Peserta Upacara 17 Agustus 2025

2025.08.17-Upacara-6-768x1024 Upacara 17 Agustus 2025 (Lapangan Songgo Langit)

ꦥꦼꦩ꧀ꦧꦕꦄꦤ꧀ꦠꦺꦏ꧀ꦱ꧀ꦥꦿꦺꦴꦏ꧀ꦭꦩꦱꦶ꧉

Pembacaan Teks Proklamasi.

2025.08.17-Upacara-17-768x1024 Upacara 17 Agustus 2025 (Lapangan Songgo Langit)

ꦥꦼꦩ꧀ꦧꦕꦄꦤ꧀꧇ꦈ꧉ꦈ꧉ꦣ꧀꧈꧇꧑꧙꧔꧕꧇꧉

Pembacaan UUD 1945

2025.08.17-Upacara-17-Agustus-21-1024x461 Upacara 17 Agustus 2025 (Lapangan Songgo Langit)

꧋ꦱꦼꦠꦶꦪꦥ꧀ꦠꦁꦒꦭ꧀꧇꧑꧗꧇ꦄꦒꦸꦱ꧀ꦠꦸꦱ꧀ꦈꦥꦕꦫꦥꦼꦔꦶꦧꦫꦤ꧀ꦧꦼꦤ꧀ꦝꦺꦫꦩꦺꦫꦃꦥꦸꦠꦶꦃꦩꦼꦫꦸꦥꦏꦤ꧀ꦄꦒꦺꦤ꧀ꦝꦮꦗꦶꦧ꧀ꦈꦤ꧀ꦠꦸꦏ꧀ꦩꦼꦩ꧀ꦥꦼꦫꦶꦔꦠꦶꦏꦼꦩꦼꦂꦣꦺꦏꦄꦤ꧀ꦆꦤ꧀ꦝꦺꦴꦤꦺꦱꦶꦪ꧉ꦱꦼꦭꦻꦤ꧀ꦆꦠꦸ꧈ꦩꦺꦴꦩꦺꦤ꧀ꦥꦼꦔꦶꦧꦫꦤ꧀ꦧꦼꦤ꧀ꦝꦺꦫꦄꦣꦭꦃꦩꦺꦴꦩꦺꦤ꧀ꦪꦁꦥꦭꦶꦁꦣꦶꦠꦸꦁꦒꦸꦏꦼꦠꦶꦏꦈꦥꦕꦫ꧇꧑꧗꧇ꦄꦒꦸꦱ꧀ꦠꦸꦱ꧀꧈

Setiap tanggal 17 Agustus upacara pengibaran bendera merah putih merupakan agenda wajib untuk memperingati kemerdekaan Indonesia. Selain itu, momen pengibaran bendera adalah momen yang paling ditunggu ketika upacara 17 Agustus.

2025.08.16-Persiapan-Bazzar-KDMP-9-1024x576 Upacara 17 Agustus 2025 (Lapangan Songgo Langit)

꧋ꦥꦱꦂꦩꦸꦫꦃꦏ꧀꧈ꦣ꧀꧈ꦩ꧀꧈ꦥ꧀꧈ꦄꦣꦭꦃꦏꦼꦒꦶꦪꦠꦤ꧀ꦪꦁꦣꦶꦱꦼꦊꦁꦒꦫꦏꦤ꧀ꦎꦭꦺꦃꦥꦼꦩꦼꦫꦶꦤ꧀ꦠꦃꦣꦺꦱꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁꦈꦤ꧀ꦠꦸꦏ꧀ꦩꦼꦚ꧀ꦗꦸꦮꦭ꧀ꦧꦫꦁꦏꦼꦧꦸꦠꦸꦲꦤ꧀ꦥꦺꦴꦏꦺꦴꦏ꧀ꦝꦼꦔꦤ꧀ꦲꦂꦒꦊꦧꦶꦃꦠꦼꦂꦗꦁꦏꦻꦴ(ꦧꦼꦂꦱꦸꦧ꧀ꦱꦶꦣꦶ)ꦣꦫꦶꦥꦣꦲꦂꦒꦣꦶꦥꦱꦂꦫꦺꦒꦸꦭꦺꦂ꧉ꦠꦸꦗꦸꦮꦤ꧀ꦚꦄꦣꦭꦃꦈꦤ꧀ꦠꦸꦏ꧀ꦩꦼꦩ꧀ꦧꦤ꧀ꦠꦸꦩꦱꦾꦫꦏꦠ꧀ꦩꦼꦩ꧀ꦥꦼꦫꦺꦴꦭꦺꦃꦏꦼꦧꦸꦠꦸꦲꦤ꧀ꦱꦼꦲꦫꦶꦲꦫꦶꦣꦼꦔꦤ꧀ꦲꦂꦒꦩꦸꦫꦃ꧈ꦩꦼꦚ꧀ꦗꦒꦣꦪꦧꦼꦭꦶ꧈ꦩꦼꦔꦼꦤ꧀ꦝꦭꦶꦏꦤ꧀ꦆꦤ꧀ꦥ꦳꧀ꦭꦱꦶ꧈ꦱꦼꦂꦠꦩꦼꦚ꧀ꦗꦒꦱ꧀ꦠꦧꦶꦭꦶꦠꦱ꧀ꦥꦱꦺꦴꦏꦤ꧀ꦝꦤ꧀ꦲꦂꦒꦥꦔꦤ꧀꧈ꦣꦶꦭꦏ꧀ꦱꦤꦏꦤ꧀ꦱꦼꦠꦼꦭꦃꦈꦥꦕꦫ꧇꧑꧗꧇ꦄꦒꦸꦱ꧀ꦠꦸꦱ꧀꧇꧒꧐꧒꧕꧇꧉

Pasar murah K.D.M.P. adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah desa sumbung untuk menjual barang kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau (bersubsidi) daripada harga di pasar reguler. Tujuannya adalah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan sehari-hari dengan harga murah, menjaga daya beli, mengendalikan inflasi, serta menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. dilaksanakan setelah Upacara 17 Agustus 2025.

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================