Category Archive Kegiatan Desa

Posisi Desa Sumbung sebagai Penopang Ekonomi

Kajian Tim JARPAK UNS Ungkap Posisi Strategis Desa Sumbung sebagai Penopang Ekonomi Wilayah Cepogo

Dokumentasi Tim Hibah JARPAK UNS bersama perangkat Desa Sumbung usai pelaksanaan kajian potensi dan pengembangan wilayah di Kantor Desa Sumbung, Boyolali.

Boyolali, Sorotnesia.id – Tim Hibah JARPAK Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelesaikan kajian mengenai fungsi wilayah, kedudukan, aksesibilitas, dan potensi lokal Desa Sumbung, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Kajian tersebut menyoroti peran Desa Sumbung sebagai salah satu wilayah yang memiliki posisi strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi di kawasan dataran tinggi Kecamatan Cepogo, terutama melalui sektor hortikultura, peternakan sapi perah, dan peluang pengembangan wisata desa. Kajian dilaksanakan selama lima hari, pada 21–25 Mei 2026, oleh tim yang terdiri atas 10 mahasiswa. Selama kegiatan berlangsung, tim melakukan observasi lapangan, wawancara dengan masyarakat, dokumentasi, serta pengumpulan data wilayah untuk memetakan kondisi desa secara menyeluruh.

Desa Sumbung berada di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, tepat di kawasan kaki Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Secara administratif, desa ini terdiri atas tiga RW dan 17 RT. Wilayahnya berbatasan dengan Desa Mliwis di sebelah utara, Desa Paras di sebelah timur, Desa Kembangsari, Kecamatan Musuk, di sebelah selatan, serta Desa Gedangan di sebelah barat. Dalam kajian tersebut, tim menemukan bahwa Desa Sumbung memiliki keterkaitan yang erat dengan desa-desa di sekitarnya. Interaksi antarwilayah berlangsung aktif, terutama pada sektor pertanian, peternakan, hingga perdagangan hasil produksi. Kondisi tersebut menjadikan Desa Sumbung tidak hanya berfungsi sebagai wilayah produksi, tetapi juga sebagai bagian penting dalam rantai ekonomi kawasan Kecamatan Cepogo.

Meski memiliki peran strategis, kajian mengenai posisi Desa Sumbung dalam mendukung perkembangan wilayah sekitar masih relatif terbatas. Karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai fungsi desa dalam konteks pembangunan wilayah. Hasil kajian menunjukkan bahwa sektor pertanian hortikultura dan peternakan sapi perah menjadi kekuatan utama Desa Sumbung. Sebagian besar masyarakat menggantungkan mata pencaharian pada kedua sektor tersebut sehingga menjadi penggerak utama perekonomian desa.

Selain potensi ekonomi, kondisi geografis Desa Sumbung yang berada di kawasan pegunungan menghadirkan lingkungan yang sejuk dan asri. Didukung budaya gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat, kondisi tersebut dinilai membuka peluang pengembangan wisata desa berbasis edukasi pertanian maupun peternakan. Dari aspek aksesibilitas, Desa Sumbung memiliki jaringan transportasi yang memadai untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi hasil produksi. Konektivitas menuju pusat Kecamatan Cepogo maupun Kabupaten Boyolali dinilai cukup baik sehingga memperlancar aktivitas sosial dan ekonomi warga.

Tim Hibah JARPAK Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan wawancara langsung dengan warga Desa Sumbung, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, sebagai bagian dari kajian mengenai fungsi wilayah, aksesibilitas, dan potensi lokal. Melalui observasi lapangan dan pengumpulan data dari masyarakat, tim memetakan potensi unggulan desa di sektor hortikultura, peternakan sapi perah, serta peluang pengembangan wisata desa. Hasil kajian ini diharapkan menjadi masukan bagi Pemerintah Desa Sumbung dalam menyusun program pembangunan berbasis potensi lokal secara berkelanjutan.

Kedekatan dengan desa-desa sekitar, seperti Desa Mliwis dan Desa Gedangan, juga memperkuat interaksi antarkawasan. Hubungan tersebut berkontribusi terhadap kelancaran arus barang, jasa, maupun aktivitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketua Tim Hibah JARPAK UNS Desa Sumbung, Niko Diaz Anugerah, mengatakan bahwa kajian tersebut bertujuan mengidentifikasi posisi strategis desa sekaligus menggali potensi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. “Desa Sumbung memiliki potensi lokal yang sangat mendukung pengembangan wilayah, khususnya pada sektor pertanian, peternakan, dan wisata desa,” ujar Niko Diaz Anugerah.

Tim Hibah JARPAK Universitas Sebelas Maret (UNS) memfasilitasi diskusi bersama perangkat desa dan masyarakat Desa Sumbung, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, dalam rangka pemetaan fungsi wilayah dan identifikasi potensi lokal. Forum ini menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan informasi mengenai kondisi wilayah, aksesibilitas, serta potensi unggulan desa yang meliputi sektor hortikultura, peternakan sapi perah, dan peluang pengembangan wisata desa. Hasil diskusi menjadi bagian dari penyusunan rekomendasi pembangunan desa yang berbasis data dan potensi lokal.

Menurutnya, hasil kajian diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan arah pembangunan desa yang lebih terencana dan berbasis potensi lokal. Dengan memahami karakteristik wilayah secara lebih mendalam, pemerintah desa dapat menentukan prioritas program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain menghasilkan pemetaan mengenai fungsi wilayah, kegiatan tersebut juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat. Kerja sama diwujudkan melalui proses observasi, wawancara, pengumpulan data, hingga penyusunan rekomendasi pengembangan wilayah.

Pendekatan kolaboratif tersebut sekaligus mendukung implementasi beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDGs 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDGs 11 mengenai kota dan permukiman yang berkelanjutan, SDGs 15 tentang ekosistem daratan, serta SDGs 17 yang menitikberatkan pada kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Melalui identifikasi potensi wilayah yang dilakukan secara sistematis, hasil kajian diharapkan mampu memberikan manfaat tidak hanya bagi Pemerintah Desa Sumbung, tetapi juga bagi pengembangan penelitian dan pengabdian masyarakat di masa mendatang.

Tim JARPAK UNS berencana menyerahkan hasil kajian kepada Pemerintah Desa Sumbung sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan desa. Dokumen tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kebijakan pengembangan sektor pertanian, peternakan, maupun wisata desa yang menjadi potensi unggulan wilayah. Di sisi lain, hasil kajian juga berpotensi menjadi pijakan bagi penelitian lanjutan yang dilakukan mahasiswa maupun dosen Universitas Sebelas Maret. Dengan demikian, pemetaan potensi Desa Sumbung tidak berhenti pada aspek akademik semata, tetapi juga dapat mendukung upaya pembangunan desa yang lebih terarah, berkelanjutan, dan berbasis pada kekuatan lokal yang dimiliki masyarakat.

<===>

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung

Identitas dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung, Warga Didorong Naik Kelas.

Dokumentasi bersama. foto : Tim Hibah JARPAK Universitas Sebelas Maret Desa Sumbung 

Sorotnesia.com – Penguatan sektor usaha mikro tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga pada kelengkapan identitas dan aspek legalitas usaha. Kesadaran inilah yang menjadi fokus dalam kegiatan sosialisasi bertajuk “Membangun Usaha Keluarga yang Lebih Maju melalui Identitas dan Legalitas Usaha sebagai Upaya Penguatan  Ekonomi Lokal di Desa Sumbung” yang diselenggarakan Tim Hibah JARPAK Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 21 Juni 2026, tersebut diikuti para pelaku UMKM Desa Sumbung, kelompok usaha keluarga, serta masyarakat yang telah maupun sedang merintis usaha. Melalui sosialisasi ini, peserta diajak memahami pentingnya membangun identitas usaha sekaligus melengkapi legalitas usaha sebagai fondasi dalam mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya membangun identitas usaha melalui penentuan nama usaha yang mudah dikenali serta penggunaan kemasan produk yang menarik. Selain itu, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai manfaat kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai legalitas resmi yang memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha.

Keberadaan NIB dinilai tidak hanya berfungsi sebagai bukti legalitas, tetapi juga membuka akses terhadap berbagai program pemerintah, termasuk pendampingan usaha, pembiayaan, hingga peningkatan kapasitas bagi pelaku UMKM. Dengan legalitas yang dimiliki, peluang usaha untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas menjadi semakin terbuka. Selain legalitas usaha, sosialisasi juga membahas proses pengajuan sertifikasi halal sebagai salah satu upaya meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal. Sertifikasi tersebut dinilai menjadi nilai tambah yang dapat memperkuat daya saing produk, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan pasar terhadap produk yang telah memenuhi standar halal.

Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi masih ditemukannya sejumlah pelaku usaha keluarga di Desa Sumbung yang belum memiliki legalitas usaha maupun sertifikasi halal. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan usaha, terutama ketika pelaku UMKM ingin memperluas pasar atau mengikuti program-program pemberdayaan dari pemerintah. Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pemahaman mengenai tahapan pengurusan Nomor Induk Berusaha, pentingnya membangun identitas usaha sejak awal, hingga prosedur pengajuan sertifikasi halal. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis secara lebih profesional dan berkelanjutan. Ketua RT setempat, Bapak Yatno, mengapresiasi inisiatif mahasiswa MBKM Universitas Sebelas Maret yang menghadirkan edukasi mengenai penguatan kapasitas usaha bagi masyarakat.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi warga Desa Sumbung. Selama ini masih banyak pelaku usaha yang belum memahami pentingnya memiliki legalitas maupun sertifikasi halal. Melalui sosialisasi, masyarakat Desa Sumbung semakin termotivasi untuk mengembangkan usahanya agar lebih maju,” ujar Bapak Yatno.

Sosialisasi tersebut tidak hanya memberikan wawasan mengenai aspek administratif usaha, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir pelaku UMKM agar lebih siap menghadapi tantangan dunia usaha yang semakin kompetitif. Di tengah perkembangan pasar yang semakin dinamis, identitas usaha yang kuat serta legalitas yang lengkap menjadi salah satu modal penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen maupun memperluas jaringan pemasaran.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya kolaboratif antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pembangunan ekonomi desa. Melalui pendampingan berbasis edukasi, mahasiswa MBKM diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal.

Secara lebih luas, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha, tujuan ke-9 mengenai industri, inovasi, dan infrastruktur melalui penguatan daya saing UMKM Desa Sumbung, serta tujuan ke-17 tentang kemitraan melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat.

Melalui sosialisasi ini, masyarakat Desa Sumbung diharapkan semakin memahami bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh identitas usaha yang jelas, legalitas yang lengkap, dan kemampuan memenuhi standar yang dibutuhkan pasar. Dengan bekal tersebut, usaha keluarga di desa diharapkan mampu berkembang secara berkelanjutan, memperkuat perekonomian lokal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tim Hibah JARPAK (Pembelajaran Berdampak) Universitas Sebelas Maret Desa Sumbung

<===>

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

Pembentukan Destana Desa Sumbung

Destana adalah akronim dari Desa Tangguh Bencana, yaitu sebuah program dari pemerintah Indonesia yang diinisiasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Tujuannya adalah untuk membentuk desa yang memiliki kemampuan mandiri dalam beradaptasi dan menghadapi potensi ancaman bencana.

Berikut adalah inti, tujuan, dan karakteristik dari Destana:

  • Mengenali Ancaman & Mitigasi: Desa dibekali kemampuan untuk mengidentifikasi dan memetakan jenis bencana di wilayah mereka, seperti banjir, longsor, atau gempa bumi. Ini termasuk menentukan jalur evakuasi dan titik kumpul darurat.
  • Pengorganisasian Masyarakat: Warga desa didorong untuk mengorganisir sumber daya yang ada guna mengurangi kerentanan dan meningkatkan kapasitas diri. Warga menjadi pelaku utama dalam penanggulangan bencana sebelum bantuan dari luar datang.
  • Pemulihan Cepat: Mempersiapkan masyarakat agar mampu memulihkan diri dengan segera setelah terjadinya bencana yang merugikan.
  • Integrasi Pembangunan: Konsep ketangguhan bencana dimasukkan ke dalam perencanaan pembangunan desa, mencakup upaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan pengurangan risiko.

Desa Sumbung menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) yang berlangsung selama 4 hari. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas, kesiapsiagaan, serta peran aktif masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di wilayah desa. Pembentukan DESTANA ini diprakarsai oleh BPBD Provinsi bersama BPBD Kabupaten sebagai wujud komitmen dalam memperkuat ketangguhan masyarakat dan mewujudkan desa yang mampu mengenali risiko, siap siaga, serta tanggap terhadap bencana. Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Pemerintah Desa Sumbung melaksanakan kegiatan pemetaan dan simulasi bencana sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari perangkat desa, relawan, masyarakat umum, Bidan Desa, hingga ibu-ibu TP-PKK Desa Sumbung yang turut berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.

Kegiatan diawali dengan pemetaan wilayah rawan bencana melalui identifikasi titik rawan longsor, jalur evakuasi, titik kumpul, serta lokasi aman yang dapat digunakan saat keadaan darurat. Proses pemetaan dilakukan secara bersama-sama agar masyarakat memahami kondisi wilayah dan langkah penanganan yang harus dilakukan apabila terjadi bencana.

Setelah proses pemetaan, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan bencana tanah longsor. Dalam skenario simulasi digambarkan terjadi longsor akibat hujan deras yang menyebabkan akses jalan tertutup material tanah dan beberapa rumah warga mengalami kerusakan.

Dalam simulasi tersebut terdapat 3 orang korban yang harus segera dievakuasi menuju titik aman untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Selain korban jiwa, simulasi juga menggambarkan adanya kerugian materiil berupa kerusakan rumah warga dan terganggunya akses mobilitas masyarakat. Tim relawan bersama warga bergerak melakukan evakuasi, pengamanan lokasi, pendataan korban, serta koordinasi penanganan darurat melalui posko siaga desa.

Ibu-ibu TP PKK Desa Sumbung turut mengambil peran penting dalam simulasi, terutama dalam membantu penanganan warga terdampak, mendukung kebutuhan logistik darurat, serta membantu menciptakan suasana tertib dan kondusif selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan pemetaan dan simulasi bencana ini, diharapkan masyarakat Desa Sumbung semakin memahami pentingnya mitigasi bencana, memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik, serta mampu memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

Halal Bihalal Linmas 2026

Satlinmas dan Halal Bihalal: Menjaga Keamanan, Mempererat Kebersamaan

Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) merupakan bagian penting dalam kehidupan desa yang berperan menjaga keamanan, ketertiban, serta membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan. Keberadaan Linmas tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif. Mulai dari kegiatan ronda malam, pengamanan acara desa, hingga membantu saat terjadi kondisi darurat, Linmas hadir dengan semangat pengabdian dan tanggung jawab.

Dalam suasana pasca Idulfitri, semangat kebersamaan tersebut semakin terasa melalui kegiatan halal bihalal yang dilaksanakan oleh anggota Linmas. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat solidaritas antaranggota. Halal bihalal tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga sarana membangun komunikasi yang lebih baik dalam menjalankan tugas ke depan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota Linmas dapat semakin kompak, solid, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masyarakat. Kebersamaan yang terjalin menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas dan ketenteraman desa. Dengan semangat gotong royong dan rasa kekeluargaan, Linmas terus berkomitmen untuk hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

Halal bihalal Linmas bukan sekadar tradisi, tetapi juga wujud nyata dari nilai persatuan dan kebersamaan yang terus dijaga demi terciptanya desa yang aman, damai, dan harmonis.

🛡️ LINMAS (Perlindungan Masyarakat)

📌 Pengertian Linmas

Linmas (Perlindungan Masyarakat) adalah satuan warga yang dibentuk oleh pemerintah untuk membantu:

  • Menjaga keamanan dan ketertiban
  • Mendukung kegiatan sosial masyarakat
  • Membantu penanganan bencana

Linmas sering dikenal juga dengan sebutan Satlinmas (Satuan Perlindungan Masyarakat).

📜 Dasar Hukum

Keberadaan Linmas diatur dalam:

  • Permendagri Nomor 26 Tahun 2020

👉 Linmas berada di bawah pembinaan:

  • Pemerintah Daerah
  • Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)

👥 Keanggotaan Linmas

Anggota Linmas biasanya berasal dari:

  • Warga desa setempat
  • Sukarelawan
  • Dipilih atau ditunjuk oleh pemerintah desa

Ciri khasnya:

  • Bersifat pengabdian / semi-sukarela
  • Dekat dengan masyarakat
  • Mengenal wilayahnya dengan baik

⚙️ Tugas dan Fungsi Linmas

🔹 1. Menjaga Ketertiban dan Keamanan

  • Membantu pengamanan lingkungan
  • Ikut ronda / siskamling
  • Mengamankan acara desa

🔹 2. Membantu Penanggulangan Bencana

  • Evakuasi warga
  • Distribusi bantuan
  • Koordinasi di tingkat desa

🔹 3. Mendukung Kegiatan Pemerintahan

  • Pengamanan pemilu / pilkades
  • Pengaturan lalu lintas saat acara
  • Mendukung kegiatan resmi desa

🔹 4. Perlindungan Masyarakat

  • Membantu saat kondisi darurat
  • Menjadi garda terdepan di tingkat desa

🏡 Peran Linmas di Desa

Di tingkat desa, Linmas memiliki peran yang sangat penting:

  • Menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah
  • Menjaga keamanan lokal secara langsung
  • Membantu menciptakan suasana desa yang aman dan tertib

👉 Linmas sering menjadi “garda depan” sebelum aparat datang

🤝 Nilai yang Dijunjung Linmas

  • Gotong royong
  • Kepedulian sosial
  • Tanggung jawab
  • Kedisiplinan

✨ Kesimpulan

Linmas bukan sekadar petugas keamanan, tetapi:
👉 bagian dari masyarakat yang mengabdi untuk menjaga ketenteraman bersama

Keberadaan Linmas menunjukkan bahwa:

  • keamanan bukan hanya tugas aparat
  • tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga

🛡️ LINMAS – Garda Terdepan Desa

  • Linmas (Perlindungan Masyarakat) adalah satuan warga yang berperan menjaga keamanan, ketertiban, dan membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan.
  • Mulai dari ronda malam, pengamanan acara desa, hingga membantu saat terjadi bencana — Linmas selalu hadir di tengah masyarakat 🤝
  • Dengan semangat gotong royong dan pengabdian, Linmas menjadi bagian penting dalam menjaga desa tetap aman, tertib, dan kondusif.

#Linmas #Satlinmas #DesaAman #GotongRoyong

#sumbung #cepogo #boyolali

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

Halal Bihalal 2026

🌙 Halal Bihalal Kec. Cepogo 🌙

Dalam suasana penuh kebersamaan pasca Idulfitri, Pemerintah Kecamatan Cepogo menggelar kegiatan Halal Bihalal pada 30 Maret 2026 🤝

Acara ini menjadi momen untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat rasa persaudaraan antarwarga.

Istimewanya, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan perkenalan pejabat baru Kecamatan Cepogo sebagai awal sinergi dan kolaborasi yang lebih baik ke depan.

Semoga melalui kegiatan ini, terjalin hubungan yang semakin harmonis dan membawa semangat baru dalam membangun desa 🌾

🌙 Apa Itu Halal Bihalal?

Halal bihalal adalah tradisi khas Indonesia yang dilakukan setelah Hari Raya Idulfitri sebagai momen untuk:
• Saling memaafkan
• Mempererat silaturahmi
• Memperkuat kebersamaan

Tradisi ini biasanya dilakukan di lingkungan:
• Keluarga
• Instansi pemerintah
• Desa / masyarakat

📜 Sejarah Singkat Halal Bihalal

Istilah halal bihalal tidak berasal langsung dari bahasa Arab formal, tetapi berkembang sebagai kearifan lokal Indonesia.

Beberapa sumber menyebut:
• Istilah ini mulai populer pada masa Presiden Soekarno
• Digunakan untuk mempersatukan masyarakat dan elite politik pasca konflik
• Dipopulerkan oleh tokoh ulama seperti KH Abdul Wahab Chasbullah

Maknanya bukan sekadar “halal”, tetapi:
👉 menghalalkan kembali hubungan yang sempat renggang karena kesalahan

🤝 Makna dan Nilai Halal Bihalal

Halal bihalal mengandung nilai penting:
• Silaturahmi → mempererat hubungan antar warga
• Maaf-memaafkan → membersihkan hati
• Persatuan → menghilangkan sekat sosial
• Kebersamaan → membangun desa yang harmonis

🌾 Kesan dan Nilai Sosial di Desa

Di tingkat desa, halal bihalal biasanya terasa:
• Hangat dan kekeluargaan
• Sederhana tapi penuh makna
• Menyatukan semua elemen: perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga

Ini bukan hanya acara seremonial, tapi:
👉 ruang bertemu, menyambung rasa, dan membangun kepercayaan.

#HalalBihalal #DesaBersatu #Silaturahmi #Cepogo
#desasumbung #pemdessumbung #sumbung #boyolali

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

Sadranan 2026

🌾 Tradisi Sadranan di Wilayah Kecamatan Cepogo, Selo dan sekitarnya

📜 Pengertian Sadranan

Sadranan atau sering disebut Nyadran adalah tradisi masyarakat Jawa berupa:

  • Ziarah makam leluhur
  • Doa bersama
  • Membersihkan lingkungan makam

Tradisi ini biasanya dilaksanakan menjelang bulan Ramadan sebagai bentuk:
👉 penghormatan kepada leluhur dan persiapan spiritual


🔤 Asal Kata Sadranan

Kata Sadranan berasal dari kata:

  • “Sraddha” (bahasa Sanskerta)

Maknanya:

  • keyakinan
  • penghormatan kepada arwah leluhur

Dalam perkembangannya di Jawa:

  • “Sraddha” → “Sadran” → “Sadranan”

👉 Artinya bergeser menjadi tradisi lokal yang menggabungkan:

  • budaya Jawa
  • nilai Islam (doa, tahlil, sedekah)

🏞️ Pelaksanaan Nyadran di Kecamatan Cepogo dan sekitarnya

Di wilayah Kecamatan Cepogo, Nyadran masih dilestarikan dengan kuat dan menjadi bagian penting kehidupan sosial masyarakat desa.

🔹 1. Bersih Makam (Resik Kubur)

Warga bersama-sama:

  • Membersihkan area makam
  • Memotong rumput
  • Merapikan lingkungan

👉 Dilakukan secara gotong royong


🔹 2. Ziarah dan Doa Bersama

Setelah bersih makam:

  • Warga berdoa bersama
  • Membaca tahlil dan doa untuk leluhur

👉 Dipimpin tokoh agama atau sesepuh desa


🔹 3. Kenduri / Selamatan

Warga membawa makanan dari rumah:

  • Nasi berkat
  • Jajan pasar
  • Hasil bumi

Kemudian:

  • Didoakan bersama
  • Dibagikan atau dimakan bersama

👉 Simbol:

  • rasa syukur
  • kebersamaan
  • berbagi rezeki

🔹 4. Tradisi Gunungan (di beberapa desa)

Sebagian wilayah di Cepogo juga mengadakan:

  • Gunungan hasil bumi
  • Arak-arakan sederhana

👉 Melambangkan:

  • kemakmuran
  • hasil panen
  • doa keberkahan

🤝 Makna Sosial Nyadran

Tradisi Nyadran di Wilayah Kecamatan Cepogo bukan sekadar ritual, tetapi memiliki nilai penting:

  • Gotong royong → warga bekerja bersama
  • Silaturahmi → mempererat hubungan sosial
  • Pelestarian budaya → menjaga warisan leluhur
  • Religiusitas → mendekatkan diri kepada Tuhan

🌱 Ciri Khas Nyadran di Cepogo

✔ Dilakukan secara kolektif (satu dusun/desa)
✔ Suasana sederhana tapi hangat
✔ Mengutamakan kebersamaan daripada kemewahan
✔ Masih sangat kental dengan nilai budaya Jawa

🌾 Tradisi Sadranan di Wilayah Kecamatan Cepogo dan sekitarnya 🌾

Sadranan atau Nyadran merupakan tradisi masyarakat Jawa yang dilaksanakan menjelang bulan Ramadan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus mempererat kebersamaan. Di Kecamatan Cepogo, tradisi ini masih dilestarikan dengan penuh semangat 🤝 Mulai dari bersih makam, doa bersama, hingga kenduri yang diikuti seluruh warga. Kata “Sadranan” sendiri berasal dari “Sraddha” yang berarti keyakinan dan penghormatan kepada leluhur. Melalui Nyadran, masyarakat tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong, silaturahmi, dan kebersamaan 🌱

#Sadranan #Nyadran #BudayaJawa #Cepogo #TradisiDesa

(Foto diambil dari Sosial Media Lembah Manah Cofee)

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

Hari Desa Nasional

꧋ꦩꦼꦤ꧀ꦝꦼꦱ꧀ꦪꦤ꧀ꦝꦿꦶꦥꦶꦩ꧀ꦥꦶꦤ꧀ꦏꦶꦏ꧀ꦎꦥ꦳꧀ꦥ꦳ꦶꦤꦭ꧀ꦭꦶꦒꦣꦺꦱ꧇꧒꧐꧒꧖꧇ꦣꦶꦧꦺꦴꦪꦺꦴꦭꦭꦶ꧉

Mendes Yandri Pimpin Kick Off Final Liga Desa 2026 di Boyolali.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menonton langsung final sepakbola liga desa. Final yang berlangsung di lapangan Songgo Langit, Desa Sumbung, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, itu mempertandingkan tim dari Desa Kalibening, Banjarnegara melawan Karanggondang, Jepara.

꧋ꦩꦼꦤ꧀ꦠꦼꦫꦶꦣꦺꦱꦣꦤ꧀ꦥꦼꦩ꧀ꦧꦔꦸꦤꦤ꧀ꦝꦌꦫꦃꦠꦼꦂꦠꦶꦁꦒꦭ꧀(ꦩꦼꦤ꧀ꦝꦼꦱ꧀PDT)꧈ꦪꦤ꧀ꦝꦿꦶꦱꦸꦱꦤ꧀ꦠꦺꦴ꧈ꦩꦼꦤꦺꦴꦤ꧀ꦠꦺꦴꦤ꧀ꦭꦁꦱꦸꦁꦥ꦳ꦶꦤꦭ꧀ꦱꦼꦥꦏ꧀ꦧꦺꦴꦭꦭꦶꦒꦣꦺꦱ꧉ꦥ꦳ꦶꦤꦭ꧀ꦪꦁꦧꦼꦂꦭꦁꦱꦸꦁꦣꦶꦭꦥꦔꦤ꧀ꦱꦺꦴꦁꦒꦺꦴꦭꦔꦶꦠ꧀‌ꦣꦺꦱꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧈ꦏꦼꦕꦩꦠꦤ꧀ꦕꦼꦥꦺꦴꦒꦺꦴ꧈ꦏꦧꦸꦥꦠꦺꦤ꧀ꦧꦺꦴꦪꦺꦴꦭꦭꦶ꧈ꦆꦠꦸꦩꦼꦩ꧀ꦥꦼꦂꦠꦤ꧀ꦝꦶꦁꦏꦤ꧀ꦠꦶꦩ꧀ꦝꦫꦶꦣꦺꦱꦏꦭꦶꦧꦺꦤꦶꦁ꧈ꦧꦚ꧀ꦗꦂꦤꦺꦒꦫꦩꦼꦭꦮꦤ꧀ꦏꦫꦁꦒꦺꦴꦤ꧀ꦝꦁ꧈ꦗꦼꦥꦫ꧉

Hadir ikut menonton Wakil Menteri Desa, Ahmad Riza Patria, dan Bupati Boyolali, Agus Irawan. Anggota DPR RI, Muhammad Hatta serta sejumlah pejabat di jajaran Kementerian Desa juga turut menyaksikan.

꧋ꦲꦣꦶꦂꦆꦏꦸꦠ꧀ꦩꦼꦤꦺꦴꦤ꧀ꦠꦺꦴꦤ꧀ꦮꦏꦶꦭ꧀ꦩꦼꦤ꧀ꦠꦼꦫꦶꦣꦺꦱ꧈ꦄꦃꦩꦣ꧀ꦫꦶꦗ꦳ꦥꦠꦿꦶꦪ꧈ꦣꦤ꧀ꦧꦸꦥꦠꦶꦧꦺꦴꦪꦺꦴꦭꦭꦶ꧈ꦄꦒꦸꦱ꧀ꦆꦫꦮꦤ꧀꧈ꦄꦁꦒꦺꦴꦠ DPR RI꧈ꦩꦸꦲꦩ꧀ꦩꦣ꧀ꦲꦠ꧀ꦠꦱꦼꦂꦠꦱꦼꦗꦸꦩ꧀ꦭꦃꦥꦼꦗꦧꦠ꧀ꦝꦶꦗꦗꦫꦤ꧀ꦏꦼꦩꦼꦤ꧀ꦠꦼꦫꦶꦪꦤ꧀ꦝꦺꦱꦗꦸꦒꦠꦸꦫꦸꦠ꧀ꦩꦼꦚꦏ꧀ꦱꦶꦏꦤ꧀꧈

Yandri dan Ahmad Riza tiba di lapangan Songgo Langit pukul 15.24 WIB. Mendes langsung menyapa warga yang sudah berjajar di pinggir jalan. Lalu meninjau Koperasi Desa Merah Putih Sumbung. Kemudian menuju ke lapangan untuk menyaksikan laga final liga desa.

꧋ꦪꦤ꧀ꦝꦿꦶꦣꦤ꧀ꦄꦃꦩꦣ꧀ꦫꦶꦗ꦳ꦠꦶꦧꦣꦶꦭꦥꦔꦤ꧀ꦱꦺꦴꦁꦒꦺꦴꦭꦔꦶꦠ꧀ꦥꦸꦏꦸꦭ꧀꧇꧑꧕꧇꧉꧇꧒꧔꧇WIB꧈ꦩꦼꦤ꧀ꦝꦼꦱ꧀ꦭꦁꦱꦸꦁꦩꦼꦚꦥꦮꦂꦒꦪꦁꦱꦸꦣꦃꦧꦼꦂꦗꦗꦂꦣꦶꦥꦶꦁꦒꦶꦂꦗꦭꦤ꧀꧈ꦭꦭꦸꦩꦼꦤꦶꦚ꧀ꦗꦻꦴꦏꦺꦴꦥꦼꦫꦱꦶꦣꦺꦱꦩꦺꦫꦃꦥꦸꦠꦶꦃꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧉ꦏꦼꦩꦸꦣꦶꦪꦤ꧀ꦩꦼꦤꦸꦗꦸꦏꦼꦭꦥꦔꦤ꧀ꦈꦤ꧀ꦠꦸꦏ꧀ꦩꦼꦚꦏ꧀ꦱꦶꦏꦤ꧀ꦭꦒꦥ꦳ꦶꦤꦭ꧀ꦭꦶꦒꦣꦺꦱ꧉

Sebelum pertandingan dimulai, Mendes Yandri juga menandatangani prasasti peresmian pembangunan lapangan sepakbola Songgo Langit. Menteri Desa dan rombongan kemudian turun ke lapangan untuk foto bersama para pemain kedua tim dan jajaran wasit.

꧋ꦱꦼꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦥꦼꦂꦠꦤ꧀ꦝꦶꦔꦤ꧀ꦝꦶꦩꦸꦭꦻ꧈ꦩꦼꦤ꧀ꦝꦼꦱ꧀ꦪꦤ꧀ꦝꦿꦶꦗꦸꦒꦩꦼꦤꦤ꧀ꦝꦠꦔꦤꦶꦥꦿꦱꦱ꧀ꦠꦶꦥꦼꦉꦱ꧀ꦩꦶꦪꦤ꧀ꦥꦼꦩ꧀ꦧꦔꦸꦤꦤ꧀ꦭꦥꦔꦤ꧀ꦱꦼꦥꦏ꧀ꦧꦺꦴꦭꦱꦺꦴꦁꦒꦺꦴꦭꦔꦶꦠ꧀꧈ꦩꦼꦤ꧀ꦠꦼꦫꦶꦣꦺꦱꦣꦤ꧀ꦫꦺꦴꦩ꧀ꦧꦺꦴꦔꦤ꧀ꦏꦼꦩꦸꦣꦶꦪꦤ꧀ꦠꦸꦫꦸꦤ꧀ꦏꦼꦭꦥꦔꦤ꧀ꦈꦤ꧀ꦠꦸꦏ꧀ꦥ꦳ꦺꦴꦠꦺꦴꦧꦼꦂꦱꦩꦥꦫꦥꦼꦩꦻꦤ꧀ꦏꦼꦣꦸꦮꦠꦶꦩ꧀ꦝꦤ꧀ꦗꦗꦫꦤ꧀ꦮꦱꦶꦠ꧀꧈

Pertandingan final dimulai pukul 15.45 WIB. 15 menit pertama berlalu, pukul 16.00 WIB, kedudukan masih 0-0 untuk kedua tim. Pertandingan dimenangkan oleh Desa Karanggondang, Jepara dengan skor 4:2.

꧋ꦥꦼꦂꦠꦤ꧀ꦝꦶꦔꦤ꧀ꦥ꦳ꦶꦤꦭ꧀ꦝꦶꦩꦸꦭꦻꦥꦸꦏꦸꦭ꧀꧇꧑꧕꧇꧉꧇꧔꧕꧇WIB꧈꧇꧑꧕꧇ꦩꦼꦤꦶꦠ꧀ꦥꦼꦂꦠꦩꦧꦼꦂꦭꦭꦸ꧈ꦥꦸꦏꦸꦭ꧀꧇꧑꧖꧇꧉꧇꧐꧐꧇WIBꦏꦼꦣꦸꦣꦸꦏꦤ꧀ꦩꦱꦶꦃ꧇꧐꧇꧇꧐꧇ꦈꦤ꧀ꦠꦸꦏ꧀ꦏꦼꦣꦸꦮꦠꦶꦩ꧀꧈ꦥꦼꦂꦠꦤ꧀ꦝꦶꦔꦤ꧀ꦝꦶꦩꦼꦤꦁꦏꦤ꧀ꦎꦭꦺꦃꦣꦺꦱꦏꦫꦁꦒꦺꦴꦤ꧀ꦝꦁ꧈ꦗꦼꦥꦫꦣꦼꦔꦤ꧀ꦱ꧀ꦏꦺꦴꦂ꧇꧔:꧒꧇꧉

Pertandingan final Liga Desa 2026 ini merupakan rangkaian untuk meramaikan puncak Hari Desa Nasional 2026 yang jatuh pada Kamis besok (15 Januari 2025).

꧋ꦥꦼꦂꦠꦤ꧀ꦝꦶꦔꦤ꧀ꦥ꦳ꦶꦤꦭ꧀ꦭꦶꦒꦣꦺꦱ꧇꧒꧐꧒꧖꧇ꦆꦤꦶꦩꦼꦫꦸꦥꦏꦤ꧀ꦫꦁꦏꦻꦪꦤ꧀ꦈꦤ꧀ꦠꦸꦏ꧀ꦩꦼꦫꦩꦻꦏꦤ꧀ꦥꦸꦚ꧀ꦕꦏ꧀ꦲꦫꦶꦣꦺꦱꦤꦱꦶꦪꦺꦴꦤꦭ꧀꧇꧒꧐꧒꧖꧇ꦪꦁꦗꦠꦸꦃꦥꦣꦏꦩꦶꦱ꧀ꦧꦺꦱꦺꦴꦏ꧀(꧇꧑꧕꧇ꦗꦤꦸꦮꦫꦶ꧇꧒꧐꧒꧕꧇)꧉

Repost dari: detik.com
(dengan penambahan Foto dan Aksara Jawa)


====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

Liga Desa, Hari Desa Nasional 2026

ꦭꦶꦒꦣꦺꦱ꧈ꦲꦫꦶꦣꦺꦱꦤꦱꦶꦪꦺꦴꦤꦭ꧀꧇꧒꧐꧒꧖꧇

꧋ꦱꦏ꧀ꦱꦶꦏꦤ꧀ꦭꦲꦶꦂꦚꦗꦸꦮꦫꦭꦶꦒꦣꦺꦱꦗꦮꦠꦼꦔꦃꦣꦶꦧꦺꦴꦪꦺꦴꦭꦭꦶ!

Saksikan lahirnya juara Liga Desa Jawa Tengah di Boyolali!

꧋ꦱꦼꦩꦔꦠ꧀ꦱ꧀ꦥꦺꦴꦂꦠꦶꦮ꦳ꦶꦠꦱ꧀ꦝꦤ꧀ꦏꦼꦧꦼꦂꦱꦩꦄꦤ꧀ꦝꦺꦱꦧꦼꦂꦱꦠꦸꦣꦭꦩ꧀ꦄꦗꦁ ꦭꦶꦒꦣꦺꦱ꧈ ꦩꦺꦩ꧀ꦥꦺꦫꦶꦔꦠꦶ ꦲꦫꦶꦣꦺꦱꦤꦱꦶꦪꦺꦴꦤꦭ꧀꧇꧒꧐꧒꧖꧇꧉ꦣꦸꦏꦸꦁꦠꦶꦩ꧀ꦠꦼꦂꦧꦻꦏ꧀ꦝꦺꦱꦩꦸꦲꦶꦁꦒꦥꦂꦠꦻꦥꦸꦚ꧀ꦕꦏ꧀! ??

Semangat sportivitas dan kebersamaan desa bersatu dalam ajang Liga Desa, memperingati Hari Desa Nasional 2026. Dukung tim terbaik desamu hingga partai puncak! ??

Tempat : Kab. Boyolali
Tiket : GRATIS
Total uang pembinaan Rp148.000.000

============

꧋ꦱꦺꦩꦶꦥ꦳ꦶꦤꦭ꧀꧇ꦩꦶꦁꦒꦸ꧈꧇꧑꧑꧇ꦗꦤꦸꦮꦫꦶ꧇꧒꧐꧒꧖꧇|꧇꧑꧓꧇꧉꧇꧐꧐꧇&꧇꧑꧕꧇꧉꧇꧐꧐꧇ꦮꦶꦧ꧀

Semifinal: Minggu, 11 Januari 2026 | 13.00 & 15.00 WIB

  • Semifinal 1: Desa Kalibening, Banjar Negara VS Desa Serenan Klaten
  • Tempat: Lapangan Desa Donohudan, Kec. Ngemplak, Kab. Boyolali
  • Waktu: 13.00 WIB s/d 15.00 WIB
  • Semifinal 2: Desa Karanggondang, Jepara VS Desa Dawungsari, Kendal
  • Tempat: Lapangan Desa Donohudan, Kec. Ngemplak, Kab. Boyolali
  • Waktu: 15.00 WIB s/d 17.00 WIB

============

꧋ꦥꦼꦉꦧꦸꦠꦤ꧀ꦗꦸꦮꦫ꧇꧓꧇꧇ꦱꦼꦭꦱ꧈꧇꧑꧓꧇ꦗꦤꦸꦮꦫꦶ꧇꧒꧐꧒꧖꧇|꧇꧑꧔꧇꧉꧇꧐꧐꧇ꦮꦶꦧ꧀

Perebutan Juara 3: Selasa, 13 Januari 2026 | 14.00 WIB

  • Pertandingan: Desa yang kalah Semifinal 1 VS Desa yang kalah Semifinal 2
  • Tempat: Lapangan Desa Donohudan, Kec. Ngemplak, Kabupaten Boyolali
  • Waktu: 15.00 WIB s/d Selesai

============

꧋ꦒꦿꦤ꧀ꦝ꧀ꦥ꦳ꦶꦤꦭ꧀꧇ꦫꦧꦸ꧈꧇꧑꧔꧇ꦗꦤꦸꦮꦫꦶ꧇꧒꧐꧒꧖꧇|꧇꧑꧓꧇꧉꧇꧐꧐꧇ꦮꦶꦧ꧀

Grand Final: Rabu, 14 Januari 2026 | 13.00 WIB

  • Pertandingan: Desa Pemenang Semifinal 1 VS Desa Pemenang Semifinal 2
  • Tempat: Lapangan Songgo Langit, Desa Sumbung, Kec. Cepogo, Kab. Boyolali
  • Waktu: 15.00 WIB s/d Selesai

Rundown Kick-Off Grand Final Liga Desa 2026

  • 14.00 WIB – 14.30 WIB: Pra Acara dan menunggu kedatangan Menteri Desa PDT dan jajaran.
  • 14.30 WIB – 15.00 WIB: Exhibition Match (Pertandingan Pembuka)
  • 15.00 WIB – 17.00 WIB: FINAL
  • 17.00 WIB – Selesai: Pengalungan Medali (Juara 1, 2 dan 3) dan Penyerahan Piala (Juara 1) oleh Menteri Desa PDT dan Wakil Menteri Desa PDT.

============

ꦧꦔꦸꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧈ꦧꦔꦸꦤ꧀ꦆꦤ꧀ꦝꦺꦴꦤꦺꦱꦶꦪ꧈
꧋ꦣꦺꦱꦠꦼꦂꦣꦼꦥꦤ꧀ꦈꦤ꧀ꦠꦸꦏ꧀ꦆꦤ꧀ꦝꦺꦴꦤꦺꦱꦶꦪꦄꦼꦩꦱ꧀꧇꧒꧐꧔꧕꧇꧉

Bangun Desa, Bangun Indonesia,
Desa Terdepan untuk Indonesia Emas 2045.

#LigaDesa2026 #HariDesa2026 #BangunDesaBangunIndonesia #ngopeninglakoni #jawatengah

Repost: dispermadesdukcapil

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

Musdesus Pembangunan Gedung KDMP

Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) Desa Sumbung


Pemerintah Desa Sumbung melaksanakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) terkait penggunaan Tanah Kas Desa untuk pembangunan Gedung KDMP Sumbung. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintah desa, BPD, lembaga desa, serta perwakilan masyarakat sebagai wujud proses pengambilan keputusan yang partisipatif dan transparan.

Musdesus menjadi ruang dialog bersama dalam merumuskan arah pemanfaatan aset desa agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Setiap masukan dan pertimbangan disampaikan secara terbuka sebagai bagian dari komitmen Desa Sumbung terhadap tata kelola desa yang akuntabel.

Melalui forum ini, Desa Sumbung menegaskan perannya sebagai desa yang aktif dan kolaboratif, mengedepankan musyawarah dalam setiap perencanaan pembangunan. Pembangunan Gedung KDMP Sumbung diharapkan dapat mendukung penguatan kelembagaan dan pelayanan desa ke depan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Desa Sumbung dalam mengoptimalkan aset desa secara bertanggung jawab demi mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

#DesaSumbung #Musdesus
#TanahKasDesa #KDMP_Sumbung
#DesaAktif #DesaKolaboratif
#PembangunanDesa #MusyawarahDesa

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

Promosi Kesehatan dan Sosialisasi Pencegahan AIDS

Promosi Kesehatan dan Sosialisasi Pencegahan AIDS di Desa Sumbung

Pemerintah Desa Sumbung melaksanakan kegiatan desa dalam rangka program kerja Sub-Bidang Kesehatan, yaitu penyelenggaraan promosi kesehatan dan Gerakan Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Pencegahan dan Penyebaran Penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Puskesmas Cepogo yang menyampaikan materi seputar pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, serta pemahaman dasar mengenai AIDS, mulai dari cara penularan, upaya pencegahan, hingga pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

Peserta kegiatan merupakan perwakilan remaja dari setiap RT/Dukuh di Desa Sumbung. Keterlibatan remaja diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran sejak dini, sehingga mampu menjadi agen perubahan dalam menerapkan pola hidup sehat di lingkungan masing-masing.

Melalui kegiatan ini, Desa Sumbung menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda, melalui edukasi yang berkelanjutan dan kolaborasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan.

#DesaSumbung #KesehatanDesa
#PHBS #PromosiKesehatan
#PencegahanAIDS #PuskesmasCepogo
#RemajaDesa #DesaSehat

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================