Monthly Archive 17/06/2026

Tim Sensus Ekonomi 2026 BPS Lakukan Pendataan di Desa Sumbung

Desa Sumbung – Tim petugas Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan kegiatan pendataan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di wilayah Desa Sumbung. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan untuk memperoleh data terkini mengenai berbagai aktivitas ekonomi masyarakat sebagai dasar perencanaan pembangunan di masa mendatang.

Kedatangan petugas BPS disambut baik oleh Pemerintah Desa Sumbung. Pemerintah desa turut mendukung pelaksanaan pendataan dengan memberikan informasi dan koordinasi kepada masyarakat agar proses sensus dapat berjalan dengan lancar.

Dalam pelaksanaannya, petugas mendatangi berbagai pelaku usaha yang ada di Desa Sumbung, mulai dari usaha perdagangan, industri rumah tangga, jasa, hingga usaha mikro dan kecil lainnya. Melalui wawancara langsung, petugas mengumpulkan informasi mengenai karakteristik usaha, jumlah tenaga kerja, serta berbagai data ekonomi yang diperlukan.

Kepala Desa Sumbung menyampaikan harapannya agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan sensus ini. Menurutnya, data yang akurat sangat penting untuk mendukung perencanaan pembangunan desa serta pengembangan potensi ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Masyarakat Desa Sumbung menunjukkan antusiasme yang baik selama proses pendataan berlangsung. Dengan kerja sama antara petugas BPS, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan sukses dan menghasilkan data yang berkualitas.

Melalui Sensus Ekonomi 2026, diharapkan potensi ekonomi yang dimiliki Desa Sumbung dapat tergambar secara lebih jelas sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pada masa yang akan datang.

“Sukseskan Sensus Ekonomi 2026”

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

Bantuan Bangpang 2026

Banpang Bulog adalah akronim dari Bantuan Pangan Perum Bulog, sebuah program pemerintah yang menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa beras dan bahan pokok lainnya kepada masyarakat berpenghasilan rendah atau rawan pangan.

1. Tujuan Utama Program

Banpang bertujuan untuk:

  • Mengurangi beban pengeluaran Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
  • Mengendalikan inflasi pangan dan gejolak harga di pasaran.
  • Membantu menangani rawan pangan, kemiskinan, dan pencegahan stunting.

2. Isi Bantuan dan Mekanisme Penyaluran

  • Komoditas: Beras medium (umumnya dengan berat 10 kg per KPM) dan terkadang dilengkapi paket tambahan seperti minyak goreng.
  • Data Penerima: Merujuk pada data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial, yang dikelola oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).
  • Sistem Informasi: Penyaluran program ini didokumentasikan dan dilaporkan secara digital melalui portal resmi Sistem Informasi Bantuan Pangan serta aplikasi pendukung di lapangan

Pada hari Sabtu, 23 Mei 2026, telah dilaksanakan kegiatan pembagian Bantuan Pangan (Banpang) dari Perum Bulog kepada masyarakat penerima manfaat di Desa Sumbung. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar berkat sinergi berbagai pihak yang turut terlibat dalam pelaksanaannya. Proses absensi serta pengunggahan data penerima bantuan dilaksanakan oleh petugas yang direkrut langsung oleh Perum Bulog sebagai bentuk upaya memastikan ketepatan dan validitas data penyaluran bantuan. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, proses pendampingan juga dilakukan oleh TKSK Kecamatan Cepogo guna membantu kelancaran koordinasi dan memastikan penyaluran bantuan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Pemerintah Desa Sumbung melalui Kepala Dusun dan Kasi Kesejahteraan (Kesra) turut melakukan pendampingan guna membantu kelancaran proses verifikasi data di lapangan. Kehadiran pemerintah desa menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik. Dalam pembagian bantuan pangan ini, para relawan desa juga berpartisipasi aktif dalam membantu menjaga ketertiban dan kenyamanan selama proses penyaluran berlangsung. Dukungan para relawan turut menciptakan suasana yang tertib, aman, dan kondusif.

Selain itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Sebelas Maret turut berkontribusi membantu pelaksanaan kegiatan. Keterlibatan mahasiswa KKN menjadi bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong antara pemerintah desa, relawan, dan unsur pendidikan dalam mendukung pelayanan kepada warga. Dengan adanya kerja sama dan koordinasi yang baik antara Perum Bulog, TKSK Kecamatan Cepogo, Pemerintah Desa Sumbung, relawan desa, serta mahasiswa KKN, kegiatan pembagian Bantuan Pangan hari ini dapat terlaksana dengan aman, tertib, dan lancar.

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

Pembentukan Destana Desa Sumbung

Destana adalah akronim dari Desa Tangguh Bencana, yaitu sebuah program dari pemerintah Indonesia yang diinisiasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Tujuannya adalah untuk membentuk desa yang memiliki kemampuan mandiri dalam beradaptasi dan menghadapi potensi ancaman bencana.

Berikut adalah inti, tujuan, dan karakteristik dari Destana:

  • Mengenali Ancaman & Mitigasi: Desa dibekali kemampuan untuk mengidentifikasi dan memetakan jenis bencana di wilayah mereka, seperti banjir, longsor, atau gempa bumi. Ini termasuk menentukan jalur evakuasi dan titik kumpul darurat.
  • Pengorganisasian Masyarakat: Warga desa didorong untuk mengorganisir sumber daya yang ada guna mengurangi kerentanan dan meningkatkan kapasitas diri. Warga menjadi pelaku utama dalam penanggulangan bencana sebelum bantuan dari luar datang.
  • Pemulihan Cepat: Mempersiapkan masyarakat agar mampu memulihkan diri dengan segera setelah terjadinya bencana yang merugikan.
  • Integrasi Pembangunan: Konsep ketangguhan bencana dimasukkan ke dalam perencanaan pembangunan desa, mencakup upaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan pengurangan risiko.

Desa Sumbung menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) yang berlangsung selama 4 hari. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas, kesiapsiagaan, serta peran aktif masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di wilayah desa. Pembentukan DESTANA ini diprakarsai oleh BPBD Provinsi bersama BPBD Kabupaten sebagai wujud komitmen dalam memperkuat ketangguhan masyarakat dan mewujudkan desa yang mampu mengenali risiko, siap siaga, serta tanggap terhadap bencana. Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Pemerintah Desa Sumbung melaksanakan kegiatan pemetaan dan simulasi bencana sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari perangkat desa, relawan, masyarakat umum, Bidan Desa, hingga ibu-ibu TP-PKK Desa Sumbung yang turut berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.

Kegiatan diawali dengan pemetaan wilayah rawan bencana melalui identifikasi titik rawan longsor, jalur evakuasi, titik kumpul, serta lokasi aman yang dapat digunakan saat keadaan darurat. Proses pemetaan dilakukan secara bersama-sama agar masyarakat memahami kondisi wilayah dan langkah penanganan yang harus dilakukan apabila terjadi bencana.

Setelah proses pemetaan, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan bencana tanah longsor. Dalam skenario simulasi digambarkan terjadi longsor akibat hujan deras yang menyebabkan akses jalan tertutup material tanah dan beberapa rumah warga mengalami kerusakan.

Dalam simulasi tersebut terdapat 3 orang korban yang harus segera dievakuasi menuju titik aman untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Selain korban jiwa, simulasi juga menggambarkan adanya kerugian materiil berupa kerusakan rumah warga dan terganggunya akses mobilitas masyarakat. Tim relawan bersama warga bergerak melakukan evakuasi, pengamanan lokasi, pendataan korban, serta koordinasi penanganan darurat melalui posko siaga desa.

Ibu-ibu TP PKK Desa Sumbung turut mengambil peran penting dalam simulasi, terutama dalam membantu penanganan warga terdampak, mendukung kebutuhan logistik darurat, serta membantu menciptakan suasana tertib dan kondusif selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan pemetaan dan simulasi bencana ini, diharapkan masyarakat Desa Sumbung semakin memahami pentingnya mitigasi bencana, memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik, serta mampu memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================