Monthly Archive 31/08/2026

Data Kependudukan 2026 Gasal

Data kependudukan adalah kumpulan informasi atau data perseorangan dan/atau data agregat yang terstruktur sebagai hasil dari kegiatan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil.

Elemen Data Kependudukan

Berdasarkan undang-undang, data kependudukan mencakup berbagai unsur penting individu, antara lain:

  • Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK).
  • Nama lengkap, jenis kelamin, serta tempat dan tanggal lahir.
  • Agama, status perkawinan, dan jenis pekerjaan.
  • Alamat tempat tinggal saat ini dan sebelumnya.

DATA PENDUDUK TAHUN 2026 SEMESTER GASAL

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

https://padukan.boyolali.go.id/data

====================

Budaya & Potensi

Aset seni dan warisan budaya desa adalah segala bentuk kekayaan tak berwujud maupun berwujud berupa tradisi, kesenian, dan ekspresi budaya yang hidup, dijaga, serta diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat di suatu desa. Aset ini menjadi identitas lokal serta potensi penting bagi pengembangan desa.

Jenis Aset Seni dan Warisan Budaya Desa:

  • Warisan Budaya Takbenda: Meliputi adat istiadat, ritual, tradisi lisan, bahasa daerah, sistem pengetahuan lokal, dan perayaan rakyat.
  • Seni Pertunjukan: Mencakup tarian tradisional, musik daerah, teater rakyat, dan kidung atau nyanyian leluhur.
  • Kesenian dan Kerajinan Benda: Berupa alat musik tradisional, kain tenun atau batik khas, ukiran, patung, serta arsitektur rumah adat.
  • Kuliner dan Praktik Tradisional: Makanan khas daerah, resep leluhur, serta cara pengolahan pangan yang khas dari desa tersebut.

Manfaat Aset Budaya Desa:

  • Pariwisata dan Ekonomi: Menjadi daya tarik wisata budaya yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kreatif.
  • Identitas Sosial: Memperkuat rasa kebersamaan dan karakter unik warga desa.

====================

Sèlå Tapak Nåtå

Sèlå artinya batu dan Tapak Nåtå adalah sebuah batu peninggalan bersejarah di Timur Dukuh Sendangrejo, Desa Sumbung. Merupakan jejak telapak kaki Susuhunan Pakubuwono X (PB X), Raja Keraton Kasunanan Surakarta. Batu pertama diberi nama Sèlå Tapak Nåtå Sang Hyang Bathara Noto (Wisnu), dipercaya tapak kaki kiri PB X. Batu kedua diberi nama Sèlå Tapak Nåtå Sang Hyang Bathari Noto (Sinta), dipercaya sebagai tapak kaki permaisuri PB X.

====================

Susuh Angin

Goa Susuh Angin berada di Tenggara Dukuh Sendangrejo, Desa Sumbung. Berdasar cerita yang dari sesepuh desa dan orang tua, Raja Paku Buwono (PB X) sering berjalan-jalan dari Pesanggrahan Pracimoharjo di Desa Paras ke Susuh Angin yang lokasinya tidak jauh dari situs Sèlå Tapak Nåtå. Di Susuh Angin, Raja PB X melakukan meditasi.

====================

Tari Rodad

Rodat adalah kesenian tradisional Islam berupa perpaduan seni tari, musik, dan sastra yang diiringi alat musik seperti rebana dan jedor, serta melantunkan sholawat atau pujian kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Kesenian ini bertujuan untuk syiar agama Islam dan penyebaran nilai-nilai dakwah, serta dapat juga berfungsi sebagai tarian hiburan dan pertahanan diri.

====================

Seni Reog

Reog merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang kaya akan sejarah dan keindahan seni. Reog adalah tarian yang dilakukan di arena terbuka dan berfungsi sebagai hiburan rakyat. Namun, Reog bukan sekadar pertunjukan biasa; ia menyimpan unsur magis dan misteri yang membuatnya begitu memikat. Dalam sebuah pertunjukan Reog terdapat: Tari Soreng, Buto Gedruk, Topeng Ireng maupun Campur Bawur. Groub Reog Desa di Sumbung: Singo Kawedar, Yakso Ngawut, Putra Tapak Nata, dll.

====================

Musik Rebana & Hadroh

Seni musik rebana & hadroh adalah kesenian yang menggabungkan alat musik rebana, sebuah gendang bundar berbentuk pipih, dengan nyanyian berisi syair-syair Islam atau lagu-lagu daerah, sebagai media dakwah dan hiburan. Rebana dipukul dengan tangan menghasilkan ritme untuk mengiringi lagu. Kesenian ini sangat kental dengan nuansa Islam dan berkembang di banyak daerah di Indonesia, seperti Jawa Tengah, dengan berbagai jenis dan variasi tergantung daerahnya.

====================

Campursari

Campursari adalah genre musik Indonesia yang berasal dari Jawa, berupa perpaduan antara musik tradisional Jawa (seperti gamelan dan langgam Jawa) dengan unsur-unsur musik modern (seperti gitar, keyboard, dan bass). Musik ini menggabungkan alat-alat musik tradisional dan modern untuk menciptakan irama yang unik dan digemari masyarakat, terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Salah satu group Campursari di Desa Sumbung: Putra Kirana, Permata, dll

====================

Kirab Budaya

Kirab budaya adalah kegiatan arak-arakan atau pawai yang diselenggarakan untuk memperingati hari besar, upacara adat, atau syiar budaya, yang menampilkan beragam kesenian, pakaian adat, dan atribut budaya untuk melestarikan tradisi dan memperkuat identitas suatu komunitas. Kegiatan ini juga menjadi ajang interaksi lintas generasi, mempromosikan potensi daerah, serta menjadi daya tarik wisata dan ekonomi bagi masyarakat setempat.

====================

Sadranan

Sadranan atau Nyadran adalah tradisi ziarah kubur dan mendoakan leluhur yang dilakukan masyarakat Jawa pada bulan Ruwah (Sya’ban) sebagai bentuk rasa syukur dan persiapan menyambut bulan Ramadan. Prosesinya meliputi pembersihan makam, tahlil dan doa bersama, serta kenduri atau makan bersama dengan membawa makanan sendiri, dan juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga.

====================

Icon Desa Sumbung

Lapangan Songgo Langit merupakan Icon Desa Sumbung. Lapangan Songgo Langit adalah lapangan sepak bola berstandar tinggi di Desa Sumbung, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, yang dikenal dengan kualitas rumputnya, fasilitasnya yang lengkap, dan pemandangan alam pegunungan yang indah.

====================

#DesaSumbung
#PemdesSumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

Sumbung dalam Semangat Kemerdekaan

Semarak HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Desa Sumbung Tahun 2026

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Pemerintah Desa Sumbung bersama masyarakat turut memeriahkan momentum 17 Agustus 2026 dengan berbagai kegiatan yang berlangsung penuh semangat, kebersamaan, dan kegembiraan. Rangkaian kegiatan tidak hanya menjadi bagian dari peringatan hari kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul, berpartisipasi, serta mempererat rasa persaudaraan dan gotong royong di tengah masyarakat Desa Sumbung.

Dokumentasi sederhana yang ditampilkan pada halaman ini merupakan rekaman amatir dari berbagai kegiatan dalam rangkaian peringatan 17 Agustus 2026. Foto-foto ini mengabadikan suasana latihan dan persiapan warga, kegiatan karnaval dari Kadus III, hingga pelaksanaan pengibaran Bendera Merah Putih pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Semangat kemerdekaan juga terasa dalam berbagai persiapan yang dilakukan sebelum hari pelaksanaan. Latihan menjadi bagian penting untuk mempersiapkan petugas maupun peserta agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik. Di sisi lain, karnaval warga menghadirkan suasana meriah yang menunjukkan kreativitas, kekompakan, dan antusiasme masyarakat. Puncak peringatan ditandai dengan pengibaran Sang Merah Putih, sebagai simbol penghormatan kepada para pahlawan dan ungkapan syukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan. Pada penghujung hari, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penurunan Bendera Merah Putih dalam suasana yang tetap khidmat.

Dokumentasi ini mungkin sederhana dan tidak seluruhnya memiliki kualitas fotografi profesional. Namun, setiap gambar menyimpan cerita tentang kebersamaan warga Desa Sumbung dalam memperingati kemerdekaan. Dari latihan, persiapan, karnaval, upacara, hingga penurunan bendera, semuanya menjadi bagian dari catatan kecil perjalanan Desa Sumbung pada 17 Agustus 2026.

Semoga semangat kemerdekaan senantiasa tumbuh dalam kehidupan masyarakat: bersatu, bergotong royong, menjaga kebersamaan, dan terus membangun Desa Sumbung menjadi desa yang semakin maju, guyub, dan berdaya.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Nusantara Baru, Indonesia Maju.
Merdeka!

====================

#DesaSumbung
#PemdesSumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

KKN Unwidha 2026 di Desa Sumbung

PENERIMAAN MAHASISWA KKN UNIVERSITAS WIDYA DHARMA KLATEN TAHUN 2026

Pemerintah Desa Sumbung menerima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Widya Dharma Klaten Tahun 2026 yang tergabung dalam Kelompok 18 dan Kelompok 19. Kegiatan KKN akan berlangsung selama satu bulan, mulai 30 Juli 2026 hingga 30 Agustus 2026. Kehadiran mahasiswa KKN diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan serta pengembangan potensi Desa Sumbung.

Pada tahap awal pelaksanaan, mahasiswa akan melakukan pengenalan terhadap kondisi, karakteristik, dan berbagai potensi yang dimiliki Desa Sumbung. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mengumpulkan data dan informasi sebagai dasar dalam menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, relevan dengan kondisi desa, serta tepat sasaran. Selain itu, pelaksanaan KKN menjadi momentum untuk membangun komunikasi dan koordinasi awal dengan Pemerintah Desa Sumbung, perangkat desa, serta unsur masyarakat. Melalui sinergi dan kerja sama yang baik, diharapkan program-program yang akan dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata serta mendukung pengembangan potensi dan kemajuan Desa Sumbung.

Selamat datang kepada mahasiswa KKN Universitas Widya Dharma Klaten Kelompok 18 dan Kelompok 19 di Desa Sumbung. Semoga seluruh rangkaian kegiatan KKN dapat berjalan dengan lancar, penuh semangat, serta menghadirkan pengalaman dan manfaat yang berkelanjutan bagi mahasiswa maupun masyarakat Desa Sumbung.

KKN Unwidha 2026

====================

PENERIMAAN SUSULAN MAHASISWA KKN UNIVERSITAS WIDYA DHARMA KLATEN TAHUN 2026

Pemerintah Desa Sumbung kembali menerima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Widya Dharma Klaten Tahun 2026 yang tergabung dalam Kelompok 6. Kehadiran Kelompok 6 merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan KKN Universitas Widya Dharma Klaten di Desa Sumbung, menyusul sebelumnya telah diterimanya mahasiswa KKN dari Kelompok 18 dan Kelompok 19.

Selama pelaksanaan kegiatan KKN, mahasiswa akan melakukan pengenalan terhadap kondisi, karakteristik, serta berbagai potensi yang dimiliki Desa Sumbung. Proses tersebut menjadi langkah awal dalam mengumpulkan data dan informasi sebagai dasar penyusunan program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sesuai dengan kondisi desa, serta dapat memberikan manfaat secara nyata. Selain melakukan observasi dan pengumpulan data, mahasiswa KKN juga akan membangun komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Desa Sumbung, perangkat desa, serta berbagai unsur masyarakat. Kolaborasi yang terjalin diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program kerja yang terarah, tepat sasaran, dan selaras dengan potensi serta kebutuhan Desa Sumbung.

Pemerintah Desa Sumbung menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Universitas Widya Dharma Klaten Kelompok 6 dan berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar, penuh semangat, serta memberikan pengalaman yang berharga bagi mahasiswa dan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Selamat datang mahasiswa KKN Universitas Widya Dharma Klaten Kelompok 6 di Desa Sumbung. Mari membangun sinergi, memperkuat kolaborasi, dan bersama-sama berkontribusi bagi kemajuan Desa Sumbung.

KKN Unwidha 2026

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================