Daily Archive 27/08/2026

Budaya & Potensi

Aset seni dan warisan budaya desa adalah segala bentuk kekayaan tak berwujud maupun berwujud berupa tradisi, kesenian, dan ekspresi budaya yang hidup, dijaga, serta diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat di suatu desa. Aset ini menjadi identitas lokal serta potensi penting bagi pengembangan desa.

Jenis Aset Seni dan Warisan Budaya Desa:

  • Warisan Budaya Takbenda: Meliputi adat istiadat, ritual, tradisi lisan, bahasa daerah, sistem pengetahuan lokal, dan perayaan rakyat.
  • Seni Pertunjukan: Mencakup tarian tradisional, musik daerah, teater rakyat, dan kidung atau nyanyian leluhur.
  • Kesenian dan Kerajinan Benda: Berupa alat musik tradisional, kain tenun atau batik khas, ukiran, patung, serta arsitektur rumah adat.
  • Kuliner dan Praktik Tradisional: Makanan khas daerah, resep leluhur, serta cara pengolahan pangan yang khas dari desa tersebut.

Manfaat Aset Budaya Desa:

  • Pariwisata dan Ekonomi: Menjadi daya tarik wisata budaya yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kreatif.
  • Identitas Sosial: Memperkuat rasa kebersamaan dan karakter unik warga desa.

====================

Sèlå Tapak Nåtå

Sèlå artinya batu dan Tapak Nåtå adalah sebuah batu peninggalan bersejarah di Timur Dukuh Sendangrejo, Desa Sumbung. Merupakan jejak telapak kaki Susuhunan Pakubuwono X (PB X), Raja Keraton Kasunanan Surakarta. Batu pertama diberi nama Sèlå Tapak Nåtå Sang Hyang Bathara Noto (Wisnu), dipercaya tapak kaki kiri PB X. Batu kedua diberi nama Sèlå Tapak Nåtå Sang Hyang Bathari Noto (Sinta), dipercaya sebagai tapak kaki permaisuri PB X.

====================

Susuh Angin

Goa Susuh Angin berada di Tenggara Dukuh Sendangrejo, Desa Sumbung. Berdasar cerita yang dari sesepuh desa dan orang tua, Raja Paku Buwono (PB X) sering berjalan-jalan dari Pesanggrahan Pracimoharjo di Desa Paras ke Susuh Angin yang lokasinya tidak jauh dari situs Sèlå Tapak Nåtå. Di Susuh Angin, Raja PB X melakukan meditasi.

====================

Tari Rodad

Rodat adalah kesenian tradisional Islam berupa perpaduan seni tari, musik, dan sastra yang diiringi alat musik seperti rebana dan jedor, serta melantunkan sholawat atau pujian kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Kesenian ini bertujuan untuk syiar agama Islam dan penyebaran nilai-nilai dakwah, serta dapat juga berfungsi sebagai tarian hiburan dan pertahanan diri.

====================

Seni Reog

Reog merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang kaya akan sejarah dan keindahan seni. Reog adalah tarian yang dilakukan di arena terbuka dan berfungsi sebagai hiburan rakyat. Namun, Reog bukan sekadar pertunjukan biasa; ia menyimpan unsur magis dan misteri yang membuatnya begitu memikat. Dalam sebuah pertunjukan Reog terdapat: Tari Soreng, Buto Gedruk, Topeng Ireng maupun Campur Bawur. Groub Reog Desa di Sumbung: Singo Kawedar, Yakso Ngawut, Putra Tapak Nata, dll.

====================

Musik Rebana & Hadroh

Seni musik rebana & hadroh adalah kesenian yang menggabungkan alat musik rebana, sebuah gendang bundar berbentuk pipih, dengan nyanyian berisi syair-syair Islam atau lagu-lagu daerah, sebagai media dakwah dan hiburan. Rebana dipukul dengan tangan menghasilkan ritme untuk mengiringi lagu. Kesenian ini sangat kental dengan nuansa Islam dan berkembang di banyak daerah di Indonesia, seperti Jawa Tengah, dengan berbagai jenis dan variasi tergantung daerahnya.

====================

Campursari

Campursari adalah genre musik Indonesia yang berasal dari Jawa, berupa perpaduan antara musik tradisional Jawa (seperti gamelan dan langgam Jawa) dengan unsur-unsur musik modern (seperti gitar, keyboard, dan bass). Musik ini menggabungkan alat-alat musik tradisional dan modern untuk menciptakan irama yang unik dan digemari masyarakat, terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Salah satu group Campursari di Desa Sumbung: Putra Kirana, Permata, dll

====================

Kirab Budaya

Kirab budaya adalah kegiatan arak-arakan atau pawai yang diselenggarakan untuk memperingati hari besar, upacara adat, atau syiar budaya, yang menampilkan beragam kesenian, pakaian adat, dan atribut budaya untuk melestarikan tradisi dan memperkuat identitas suatu komunitas. Kegiatan ini juga menjadi ajang interaksi lintas generasi, mempromosikan potensi daerah, serta menjadi daya tarik wisata dan ekonomi bagi masyarakat setempat.

====================

Sadranan

Sadranan atau Nyadran adalah tradisi ziarah kubur dan mendoakan leluhur yang dilakukan masyarakat Jawa pada bulan Ruwah (Sya’ban) sebagai bentuk rasa syukur dan persiapan menyambut bulan Ramadan. Prosesinya meliputi pembersihan makam, tahlil dan doa bersama, serta kenduri atau makan bersama dengan membawa makanan sendiri, dan juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga.

====================

Icon Desa Sumbung

Lapangan Songgo Langit merupakan Icon Desa Sumbung. Lapangan Songgo Langit adalah lapangan sepak bola berstandar tinggi di Desa Sumbung, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, yang dikenal dengan kualitas rumputnya, fasilitasnya yang lengkap, dan pemandangan alam pegunungan yang indah.

====================

#DesaSumbung
#PemdesSumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================