Info dan Berita

Tim Sensus Ekonomi 2026 BPS Lakukan Pendataan di Desa Sumbung

Desa Sumbung – Tim petugas Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan kegiatan pendataan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di wilayah Desa Sumbung. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan untuk memperoleh data terkini mengenai berbagai aktivitas ekonomi masyarakat sebagai dasar perencanaan pembangunan di masa mendatang.

Kedatangan petugas BPS disambut baik oleh Pemerintah Desa Sumbung. Pemerintah desa turut mendukung pelaksanaan pendataan dengan memberikan informasi dan koordinasi kepada masyarakat agar proses sensus dapat berjalan dengan lancar.

Dalam pelaksanaannya, petugas mendatangi berbagai pelaku usaha yang ada di Desa Sumbung, mulai dari usaha perdagangan, industri rumah tangga, jasa, hingga usaha mikro dan kecil lainnya. Melalui wawancara langsung, petugas mengumpulkan informasi mengenai karakteristik usaha, jumlah tenaga kerja, serta berbagai data ekonomi yang diperlukan.

Kepala Desa Sumbung menyampaikan harapannya agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan sensus ini. Menurutnya, data yang akurat sangat penting untuk mendukung perencanaan pembangunan desa serta pengembangan potensi ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Masyarakat Desa Sumbung menunjukkan antusiasme yang baik selama proses pendataan berlangsung. Dengan kerja sama antara petugas BPS, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan sukses dan menghasilkan data yang berkualitas.

Melalui Sensus Ekonomi 2026, diharapkan potensi ekonomi yang dimiliki Desa Sumbung dapat tergambar secara lebih jelas sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pada masa yang akan datang.

“Sukseskan Sensus Ekonomi 2026”

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

Bantuan Bangpang 2026

Banpang Bulog adalah akronim dari Bantuan Pangan Perum Bulog, sebuah program pemerintah yang menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa beras dan bahan pokok lainnya kepada masyarakat berpenghasilan rendah atau rawan pangan.

1. Tujuan Utama Program

Banpang bertujuan untuk:

  • Mengurangi beban pengeluaran Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
  • Mengendalikan inflasi pangan dan gejolak harga di pasaran.
  • Membantu menangani rawan pangan, kemiskinan, dan pencegahan stunting.

2. Isi Bantuan dan Mekanisme Penyaluran

  • Komoditas: Beras medium (umumnya dengan berat 10 kg per KPM) dan terkadang dilengkapi paket tambahan seperti minyak goreng.
  • Data Penerima: Merujuk pada data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial, yang dikelola oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).
  • Sistem Informasi: Penyaluran program ini didokumentasikan dan dilaporkan secara digital melalui portal resmi Sistem Informasi Bantuan Pangan serta aplikasi pendukung di lapangan

Pada hari Sabtu, 23 Mei 2026, telah dilaksanakan kegiatan pembagian Bantuan Pangan (Banpang) dari Perum Bulog kepada masyarakat penerima manfaat di Desa Sumbung. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar berkat sinergi berbagai pihak yang turut terlibat dalam pelaksanaannya. Proses absensi serta pengunggahan data penerima bantuan dilaksanakan oleh petugas yang direkrut langsung oleh Perum Bulog sebagai bentuk upaya memastikan ketepatan dan validitas data penyaluran bantuan. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, proses pendampingan juga dilakukan oleh TKSK Kecamatan Cepogo guna membantu kelancaran koordinasi dan memastikan penyaluran bantuan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Pemerintah Desa Sumbung melalui Kepala Dusun dan Kasi Kesejahteraan (Kesra) turut melakukan pendampingan guna membantu kelancaran proses verifikasi data di lapangan. Kehadiran pemerintah desa menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik. Dalam pembagian bantuan pangan ini, para relawan desa juga berpartisipasi aktif dalam membantu menjaga ketertiban dan kenyamanan selama proses penyaluran berlangsung. Dukungan para relawan turut menciptakan suasana yang tertib, aman, dan kondusif.

Selain itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Sebelas Maret turut berkontribusi membantu pelaksanaan kegiatan. Keterlibatan mahasiswa KKN menjadi bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong antara pemerintah desa, relawan, dan unsur pendidikan dalam mendukung pelayanan kepada warga. Dengan adanya kerja sama dan koordinasi yang baik antara Perum Bulog, TKSK Kecamatan Cepogo, Pemerintah Desa Sumbung, relawan desa, serta mahasiswa KKN, kegiatan pembagian Bantuan Pangan hari ini dapat terlaksana dengan aman, tertib, dan lancar.

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

Pembentukan Destana Desa Sumbung

Destana adalah akronim dari Desa Tangguh Bencana, yaitu sebuah program dari pemerintah Indonesia yang diinisiasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Tujuannya adalah untuk membentuk desa yang memiliki kemampuan mandiri dalam beradaptasi dan menghadapi potensi ancaman bencana.

Berikut adalah inti, tujuan, dan karakteristik dari Destana:

  • Mengenali Ancaman & Mitigasi: Desa dibekali kemampuan untuk mengidentifikasi dan memetakan jenis bencana di wilayah mereka, seperti banjir, longsor, atau gempa bumi. Ini termasuk menentukan jalur evakuasi dan titik kumpul darurat.
  • Pengorganisasian Masyarakat: Warga desa didorong untuk mengorganisir sumber daya yang ada guna mengurangi kerentanan dan meningkatkan kapasitas diri. Warga menjadi pelaku utama dalam penanggulangan bencana sebelum bantuan dari luar datang.
  • Pemulihan Cepat: Mempersiapkan masyarakat agar mampu memulihkan diri dengan segera setelah terjadinya bencana yang merugikan.
  • Integrasi Pembangunan: Konsep ketangguhan bencana dimasukkan ke dalam perencanaan pembangunan desa, mencakup upaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan pengurangan risiko.

Desa Sumbung menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) yang berlangsung selama 4 hari. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas, kesiapsiagaan, serta peran aktif masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di wilayah desa. Pembentukan DESTANA ini diprakarsai oleh BPBD Provinsi bersama BPBD Kabupaten sebagai wujud komitmen dalam memperkuat ketangguhan masyarakat dan mewujudkan desa yang mampu mengenali risiko, siap siaga, serta tanggap terhadap bencana. Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Pemerintah Desa Sumbung melaksanakan kegiatan pemetaan dan simulasi bencana sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari perangkat desa, relawan, masyarakat umum, Bidan Desa, hingga ibu-ibu TP-PKK Desa Sumbung yang turut berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.

Kegiatan diawali dengan pemetaan wilayah rawan bencana melalui identifikasi titik rawan longsor, jalur evakuasi, titik kumpul, serta lokasi aman yang dapat digunakan saat keadaan darurat. Proses pemetaan dilakukan secara bersama-sama agar masyarakat memahami kondisi wilayah dan langkah penanganan yang harus dilakukan apabila terjadi bencana.

Setelah proses pemetaan, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan bencana tanah longsor. Dalam skenario simulasi digambarkan terjadi longsor akibat hujan deras yang menyebabkan akses jalan tertutup material tanah dan beberapa rumah warga mengalami kerusakan.

Dalam simulasi tersebut terdapat 3 orang korban yang harus segera dievakuasi menuju titik aman untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Selain korban jiwa, simulasi juga menggambarkan adanya kerugian materiil berupa kerusakan rumah warga dan terganggunya akses mobilitas masyarakat. Tim relawan bersama warga bergerak melakukan evakuasi, pengamanan lokasi, pendataan korban, serta koordinasi penanganan darurat melalui posko siaga desa.

Ibu-ibu TP PKK Desa Sumbung turut mengambil peran penting dalam simulasi, terutama dalam membantu penanganan warga terdampak, mendukung kebutuhan logistik darurat, serta membantu menciptakan suasana tertib dan kondusif selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan pemetaan dan simulasi bencana ini, diharapkan masyarakat Desa Sumbung semakin memahami pentingnya mitigasi bencana, memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik, serta mampu memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

Arsip Data 2024 s/d 2025

Pembangunan desa adalah upaya peningkatan kualitas hidup, kehidupan, dan kesejahteraan masyarakat desa melalui peningkatan pelayanan dasar, infrastruktur, serta pemberdayaan potensi lokal. Proses ini bersifat partisipatif, berkesinambungan, dan terencana, mengacu pada kebutuhan masyarakat desa untuk mencapai kemandirian, kemakmuran, serta keadilan sesuai Undang-Undang Desa. berikut ini disampaikan dokumentasi / arsip pembangunan fisik (sarana dan prasarana) Desa Sumbung tahun 2024 dan 2025.

Dukuh Sumbung, RT.001 / RW.002

Dukuh Tegalrejo, RT.002 / RW.002

Dukuh Sendangrejo, RT.003 / RW.002

Dukuh Tunggul Wulung, RT.002 / RW.002

Dukuh Sukorejo, RT.005 / RW.002

Dukuh Sokogede, RT.006 / RW.002

Dukuh Sambirejo, RT.007 / RW.001

Dukuh Sidoharjo, RT.008 / RW.001

Dukuh Tegalarum, RT.009 / RW.001

– 2024 Talud Jalan Timur Dukuh Tegalarum (DD)

– 2024 Drainase Timur Dukuh Tegalarum (DD)

– 2024 Talud Jalan Timur Tegalarum (DD)

Dukuh Jetak, RT.010 / RW.001

Dukuh Jetis, RT.011 / RW.001

Dukuh Sidomulyo, RT.012 / RW.003

Dukuh Candiroto, RT.013 / RW.003

Dukuh Sidorejo, RT.014 / RW.003

Dukuh Ngingas, RT.015 / RW.003

Dukuh Plukisan, RT.016 / RW.003

Dukuh Gudang, RT.017 / RW.003

Wilayah Desa Sumbung

– 2024 Pembangunan Talud Tebing Taman Desa (DD)

– 2024 Drainse Parkir Selatan Taman Desa (DD)

– 2024 MCK Taman Desa (DD)

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

Arsip Data 2021 s/d 2023

Pembangunan desa adalah upaya peningkatan kualitas hidup, kehidupan, dan kesejahteraan masyarakat desa melalui peningkatan pelayanan dasar, infrastruktur, serta pemberdayaan potensi lokal. Proses ini bersifat partisipatif, berkesinambungan, dan terencana, mengacu pada kebutuhan masyarakat desa untuk mencapai kemandirian, kemakmuran, serta keadilan sesuai Undang-Undang Desa. berikut ini disampaikan dokumentasi / arsip pembangunan fisik (sarana dan prasarana) Desa Sumbung tahun 2021, 2022 dan 2023.

Dukuh Sumbung, RT.001 / RW.002

Dukuh Tegalrejo, RT.002 / RW.002

– 2023 Talud Jalan (PBP)

Dukuh Sendangrejo, RT.003 / RW.002

Dukuh Tunggul Wulung, RT.002 / RW.002

Dukuh Sukorejo, RT.005 / RW.002

Dukuh Sokogede, RT.006 / RW.002

Dukuh Sambirejo, RT.007 / RW.001

Dukuh Sidoharjo, RT.008 / RW.001

Dukuh Tegalarum, RT.009 / RW.001

Dukuh Jetak, RT.010 / RW.001

Dukuh Jetis, RT.011 / RW.001

Dukuh Sidomulyo, RT.012 / RW.003

Dukuh Candiroto, RT.013 / RW.003

Dukuh Sidorejo, RT.014 / RW.003

Dukuh Ngingas, RT.015 / RW.003

Dukuh Plukisan, RT.016 / RW.003

Dukuh Gudang, RT.017 / RW.003

2022 Jalan Aspal (PBP)

Wilayah Desa Sumbung

– 2023 Talud Tebing – Barat (DD)

– 2023 Pagar Taman Desa – Barat (DD)

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

Arsip Data 2018 s/d 2020

Pembangunan desa adalah upaya peningkatan kualitas hidup, kehidupan, dan kesejahteraan masyarakat desa melalui peningkatan pelayanan dasar, infrastruktur, serta pemberdayaan potensi lokal. Proses ini bersifat partisipatif, berkesinambungan, dan terencana, mengacu pada kebutuhan masyarakat desa untuk mencapai kemandirian, kemakmuran, serta keadilan sesuai Undang-Undang Desa. berikut ini disampaikan dokumentasi / arsip pembangunan fisik (sarana dan prasarana) Desa Sumbung tahun 2018, 2019 dan 2020.

Dukuh Sumbung, RT.001 / RW.002

Dukuh Tegalrejo, RT.002 / RW.002

Dukuh Sendangrejo, RT.003 / RW.002

Dukuh Tunggul Wulung, RT.002 / RW.002

Dukuh Sukorejo, RT.005 / RW.002

Dukuh Sokogede, RT.006 / RW.002

Dukuh Sambirejo, RT.007 / RW.001

Dukuh Sidoharjo, RT.008 / RW.001

Dukuh Tegalarum, RT.009 / RW.001

Dukuh Jetak, RT.010 / RW.001

Dukuh Jetis, RT.011 / RW.001

Dukuh Sidomulyo, RT.012 / RW.003

Dukuh Candiroto, RT.013 / RW.003

Dukuh Sidorejo, RT.014 / RW.003

Dukuh Ngingas, RT.015 / RW.003

Dukuh Plukisan, RT.016 / RW.003

Dukuh Gudang, RT.017 / RW.003

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

Arsip Data Sebelum 2018

Pembangunan desa adalah upaya peningkatan kualitas hidup, kehidupan, dan kesejahteraan masyarakat desa melalui peningkatan pelayanan dasar, infrastruktur, serta pemberdayaan potensi lokal. Proses ini bersifat partisipatif, berkesinambungan, dan terencana, mengacu pada kebutuhan masyarakat desa untuk mencapai kemandirian, kemakmuran, serta keadilan sesuai Undang-Undang Desa. berikut ini disampaikan dokumentasi / arsip pembangunan fisik (sarana dan prasarana) Desa Sumbung sebelum tahun 2018.

Dukuh Sumbung, RT.001 / RW.002

Dukuh Tegalrejo, RT.002 / RW.002

Dukuh Sendangrejo, RT.003 / RW.002

Dukuh Tunggul Wulung, RT.002 / RW.002

Dukuh Sukorejo, RT.005 / RW.002

Dukuh Sokogede, RT.006 / RW.002

Dukuh Sambirejo, RT.007 / RW.001

Dukuh Sidoharjo, RT.008 / RW.001

Dukuh Tegalarum, RT.009 / RW.001

Dukuh Jetak, RT.010 / RW.001

Dukuh Jetis, RT.011 / RW.001

Dukuh Sidomulyo, RT.012 / RW.003

Dukuh Candiroto, RT.013 / RW.003

Dukuh Sidorejo, RT.014 / RW.003

Dukuh Ngingas, RT.015 / RW.003

Dukuh Plukisan, RT.016 / RW.003

Dukuh Gudang, RT.017 / RW.003

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

Data Kependudukan 2025 Genap

Data kependudukan Kemendagri adalah kumpulan data perseorangan atau agregat hasil pendaftaran dan pencatatan sipil yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil). Data ini dirilis berkala setiap semester (30 Juni & 31 Desember) sebagai basis valid pelayanan publik, bansos, perbankan, dan data pemilih.

Berikut adalah detail mengenai data kependudukan Kemendagri:

  • Pengertian & Fungsi: Data resmi negara yang menjamin keakuratan identitas penduduk, digunakan sebagai dasar pelayanan publik, perencanaan pembangunan, alokasi anggaran, dan perizinan.
  • Komponen Data: Mencakup informasi lengkap seperti Jumlah Penduduk, Jumlah KK, Nomor Induk Kependudukan (NIK), struktur umur, jenis kelamin, agama, pekerjaan, pendidikan, status perkawinan, serta mobilitas (kelahiran/kematian).
  • Contoh Penggunaan (Usage Examples):
    • Pelayanan Publik: Pendaftaran sekolah, pembuatan BPJS, pengurusan SIM/paspor, dan pembukaan rekening perbankan.
    • Bantuan Sosial: Menentukan sasaran penyaluran bansos agar tepat sasaran.
    • Pemilu: Dasar penyusunan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4).
    • Data Penduduk: Basis data untuk analisis pertumbuhan penduduk dan pembangunan daerah.
  • Sinonim/Istilah Terkait:
    • Data Dukcapil: Kumpulan informasi resmi kependudukan yang dikelola Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, mencakup data perseorangan (NIK, KK) dan agregat yang akurat. Data ini merupakan basis tunggal (single identity number) pelayanan publik, bansos, perbankan, dan data pemilih yang dirilis berkala.
    • Data Konsolidasi Bersih (DKB): Kumpulan data penduduk Indonesia yang telah diverifikasi, divalidasi, dan dibersihkan oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kemendagri. Data ini merupakan laporan resmi yang mencakup data agregat kependudukan (jumlah penduduk, jenis kelamin, usia, agama, pekerjaan) dan bersifat final untuk digunakan pemerintah dalam perancangan pembangunan serta pelayanan publik.
    • Data Administrasi Kependudukan (Adminduk): Rangkaian kegiatan penataan dan penertiban dalam penerbitan dokumen dan data kependudukan, yang meliputi pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, pengelolaan informasi, serta pemanfaatan hasilnya untuk pelayanan publik dan pembangunan. Data ini dikelola oleh Ditjen Dukcapil Kemendagri.
    • Database Kependudukan (IKD – Identitas Kependudukan Digital): aplikasi resmi dari Ditjen Dukcapil Kemendagri yang memindahkan dokumen kependudukan fisik (KTP-el, Kartu Keluarga) ke dalam smartphone. IKD berfungsi sebagai identitas digital aman dan terintegrasi untuk mempermudah akses layanan publik serta mencegah pemalsuan data.. 

Data ini dirilis secara terbuka melalui situs dukcapil.kemendagri.go.id dan portal data terintegrasi dan dapat diakses pada Paduka-Boyolali. Disclaimer: Data yang ada dalam aplikasi ini sedikit berbeda dengan data manual yang dikerjakan di Kantor Desa Sumbung (Data Mutasi Penduduk Sumbung).

Disclaimer (penafian) adalah pernyataan formal untuk membatasi atau menolak tanggung jawab hukum atas informasi, produk, atau layanan yang disediakan. Tujuannya melindungi pembuat konten dari tuntutan, klaim, atau kesalahpahaman pengguna. Umumnya ditemukan di situs web, produk kesehatan, atau konten edukasi untuk menjelaskan risiko.

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

Halal Bihalal Linmas 2026

Satlinmas dan Halal Bihalal: Menjaga Keamanan, Mempererat Kebersamaan

Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) merupakan bagian penting dalam kehidupan desa yang berperan menjaga keamanan, ketertiban, serta membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan. Keberadaan Linmas tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif. Mulai dari kegiatan ronda malam, pengamanan acara desa, hingga membantu saat terjadi kondisi darurat, Linmas hadir dengan semangat pengabdian dan tanggung jawab.

Dalam suasana pasca Idulfitri, semangat kebersamaan tersebut semakin terasa melalui kegiatan halal bihalal yang dilaksanakan oleh anggota Linmas. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat solidaritas antaranggota. Halal bihalal tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga sarana membangun komunikasi yang lebih baik dalam menjalankan tugas ke depan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota Linmas dapat semakin kompak, solid, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masyarakat. Kebersamaan yang terjalin menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas dan ketenteraman desa. Dengan semangat gotong royong dan rasa kekeluargaan, Linmas terus berkomitmen untuk hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

Halal bihalal Linmas bukan sekadar tradisi, tetapi juga wujud nyata dari nilai persatuan dan kebersamaan yang terus dijaga demi terciptanya desa yang aman, damai, dan harmonis.

🛡️ LINMAS (Perlindungan Masyarakat)

📌 Pengertian Linmas

Linmas (Perlindungan Masyarakat) adalah satuan warga yang dibentuk oleh pemerintah untuk membantu:

  • Menjaga keamanan dan ketertiban
  • Mendukung kegiatan sosial masyarakat
  • Membantu penanganan bencana

Linmas sering dikenal juga dengan sebutan Satlinmas (Satuan Perlindungan Masyarakat).

📜 Dasar Hukum

Keberadaan Linmas diatur dalam:

  • Permendagri Nomor 26 Tahun 2020

👉 Linmas berada di bawah pembinaan:

  • Pemerintah Daerah
  • Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)

👥 Keanggotaan Linmas

Anggota Linmas biasanya berasal dari:

  • Warga desa setempat
  • Sukarelawan
  • Dipilih atau ditunjuk oleh pemerintah desa

Ciri khasnya:

  • Bersifat pengabdian / semi-sukarela
  • Dekat dengan masyarakat
  • Mengenal wilayahnya dengan baik

⚙️ Tugas dan Fungsi Linmas

🔹 1. Menjaga Ketertiban dan Keamanan

  • Membantu pengamanan lingkungan
  • Ikut ronda / siskamling
  • Mengamankan acara desa

🔹 2. Membantu Penanggulangan Bencana

  • Evakuasi warga
  • Distribusi bantuan
  • Koordinasi di tingkat desa

🔹 3. Mendukung Kegiatan Pemerintahan

  • Pengamanan pemilu / pilkades
  • Pengaturan lalu lintas saat acara
  • Mendukung kegiatan resmi desa

🔹 4. Perlindungan Masyarakat

  • Membantu saat kondisi darurat
  • Menjadi garda terdepan di tingkat desa

🏡 Peran Linmas di Desa

Di tingkat desa, Linmas memiliki peran yang sangat penting:

  • Menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah
  • Menjaga keamanan lokal secara langsung
  • Membantu menciptakan suasana desa yang aman dan tertib

👉 Linmas sering menjadi “garda depan” sebelum aparat datang

🤝 Nilai yang Dijunjung Linmas

  • Gotong royong
  • Kepedulian sosial
  • Tanggung jawab
  • Kedisiplinan

✨ Kesimpulan

Linmas bukan sekadar petugas keamanan, tetapi:
👉 bagian dari masyarakat yang mengabdi untuk menjaga ketenteraman bersama

Keberadaan Linmas menunjukkan bahwa:

  • keamanan bukan hanya tugas aparat
  • tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga

🛡️ LINMAS – Garda Terdepan Desa

  • Linmas (Perlindungan Masyarakat) adalah satuan warga yang berperan menjaga keamanan, ketertiban, dan membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan.
  • Mulai dari ronda malam, pengamanan acara desa, hingga membantu saat terjadi bencana — Linmas selalu hadir di tengah masyarakat 🤝
  • Dengan semangat gotong royong dan pengabdian, Linmas menjadi bagian penting dalam menjaga desa tetap aman, tertib, dan kondusif.

#Linmas #Satlinmas #DesaAman #GotongRoyong

#sumbung #cepogo #boyolali

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

Halal Bihalal 2026

🌙 Halal Bihalal Kec. Cepogo 🌙

Dalam suasana penuh kebersamaan pasca Idulfitri, Pemerintah Kecamatan Cepogo menggelar kegiatan Halal Bihalal pada 30 Maret 2026 🤝

Acara ini menjadi momen untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat rasa persaudaraan antarwarga.

Istimewanya, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan perkenalan pejabat baru Kecamatan Cepogo sebagai awal sinergi dan kolaborasi yang lebih baik ke depan.

Semoga melalui kegiatan ini, terjalin hubungan yang semakin harmonis dan membawa semangat baru dalam membangun desa 🌾

🌙 Apa Itu Halal Bihalal?

Halal bihalal adalah tradisi khas Indonesia yang dilakukan setelah Hari Raya Idulfitri sebagai momen untuk:
• Saling memaafkan
• Mempererat silaturahmi
• Memperkuat kebersamaan

Tradisi ini biasanya dilakukan di lingkungan:
• Keluarga
• Instansi pemerintah
• Desa / masyarakat

📜 Sejarah Singkat Halal Bihalal

Istilah halal bihalal tidak berasal langsung dari bahasa Arab formal, tetapi berkembang sebagai kearifan lokal Indonesia.

Beberapa sumber menyebut:
• Istilah ini mulai populer pada masa Presiden Soekarno
• Digunakan untuk mempersatukan masyarakat dan elite politik pasca konflik
• Dipopulerkan oleh tokoh ulama seperti KH Abdul Wahab Chasbullah

Maknanya bukan sekadar “halal”, tetapi:
👉 menghalalkan kembali hubungan yang sempat renggang karena kesalahan

🤝 Makna dan Nilai Halal Bihalal

Halal bihalal mengandung nilai penting:
• Silaturahmi → mempererat hubungan antar warga
• Maaf-memaafkan → membersihkan hati
• Persatuan → menghilangkan sekat sosial
• Kebersamaan → membangun desa yang harmonis

🌾 Kesan dan Nilai Sosial di Desa

Di tingkat desa, halal bihalal biasanya terasa:
• Hangat dan kekeluargaan
• Sederhana tapi penuh makna
• Menyatukan semua elemen: perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga

Ini bukan hanya acara seremonial, tapi:
👉 ruang bertemu, menyambung rasa, dan membangun kepercayaan.

#HalalBihalal #DesaBersatu #Silaturahmi #Cepogo
#desasumbung #pemdessumbung #sumbung #boyolali

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================