Tag Archive Boyolali

Workshop Desa Siber

Keikutsertaan Desa Sumbung dalam Workshop Desa Siber

Desa Sumbung turut berpartisipasi dalam kegiatan Workshop Desa Siber yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini diikuti sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas desa dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung tata kelola pemerintahan desa yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan digital.

Melalui workshop ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai penguatan keamanan informasi, pengelolaan layanan digital desa, serta pemanfaatan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Materi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi desa dalam mengembangkan sistem informasi desa yang aman, tertib, dan berkelanjutan.

Keikutsertaan Desa Sumbung dalam Workshop Desa Siber mencerminkan komitmen desa sebagai desa yang aktif dan terbuka terhadap inovasi, serta siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendorong transformasi digital di tingkat desa.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis bagi Desa Sumbung dalam memperkuat pelayanan publik berbasis digital serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan siber sebagai bagian dari pembangunan desa di era teknologi informasi.

#DesaSumbung #WorkshopDesaSiber
#DiskominfoBoyolali #DesaDigital
#DesaAktif #DesaKolaboratif
#TransformasiDigital #KeamananInformasi

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

Trofeo OPD Kabupaten Boyolali


Lapangan Songgo Langit, Desa Sumbung, menjadi tuan rumah pelaksanaan trofeo olahraga yang diprakarsai oleh Disporapar Kabupaten Boyolali dan dihadiri langsung oleh Bupati Boyolali. Kegiatan ini diikuti para OPD Kabupaten Boyolali (Camat dan Kepala Dinas) serta Kepala Desa dan Perangkat Desa se-Kecamatan Cepogo.

Kegiatan ini mencerminkan wajah Desa Sumbung sebagai desa yang aktif dan kolaboratif, mampu menjadi ruang pertemuan lintas pemerintahan dalam suasana yang sehat, terbuka, dan penuh kebersamaan. Lapangan Songgo Langit dimanfaatkan tidak hanya sebagai fasilitas olahraga, tetapi juga sebagai ruang interaksi dan sinergi yang produktif.

Sebagai tuan rumah, Desa Sumbung menunjukkan kesiapan dalam mendukung kegiatan berskala kecamatan hingga kabupaten melalui pengelolaan ruang publik yang tertata, partisipatif, dan inklusif. Kolaborasi antara desa, kecamatan, dan kabupaten tercermin nyata dalam pelaksanaan kegiatan ini.

Melalui kegiatan seperti ini, Desa Sumbung terus menegaskan komitmennya sebagai desa yang mendorong gaya hidup sehat, memperkuat kolaborasi, serta membuka ruang bagi sinergi lintas sektor demi pembangunan desa dan daerah yang berkelanjutan.

#DesaSumbung #DesaAktif #DesaKolaboratif
#SonggoLangit #TrofeoBoyolali #DisporaparBoyolali
#BupatiBoyolali #Cepogo #SinergiPemerintahan

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

Efektivitas Program MCD

Efektivitas Program MCD (Monitoring Center for Development) dalam Penerbitan Akta Kematian di Dinas Kependudukan Kabupaten Boyolali (Nandia Wahyu Ismawati, E3120110).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan program MCD (Monitoring Center for Development) berjalan dan mengukur tingkat efektivitas program tersebut. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan cara survei untuk menyebarkan Kuesioner untuk mendapatkan data primer dan teknik dokumentasi untuk mendapatkan data sekunder. Variabel penelitian kali ini menggunakan indikator efektivitas dari Campbhell (2009) yaitu keberhasilan program, keberhasilan sasaran, kepuasan terhadap program, tingkat input output dan pencapaian tujuan menyeluruh. Data yang sudah didapatkan akan diolah menggunakan statistika deskrptif dan melewati uji validitas dan reliabilitas menggunakan SPSS. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh masyarakat Kabupaten Boyolali yang mendapatkan target program MCD (Monitoring Center for Development) dan untuk sampel pada penelitian ini yaitu masyarakat Kecamatan Sawit dan Kecamatan Nogosari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program MCD (Monitoring Center for Development) dilaksanakan untuk pendataan kemiskinan yang memerlukan data sinkron. Pada kenyataanya terjadi ketidak sinkronan data antara data dari level desa dengan data SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan)sebesar 30.421 jiwa, dengan jumlah penduduk yang meninggal selisih 16.267 jiwa. Setelah mengetahui hal itu pihak Inspektorat Daerah Kabupaten Boyolali dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Boyolali bekerjasama untuk memberikan kemudahan dan melakukan jemput bola dalam penerbitan akta kematian. Pengujian dengan statistic deskriptif menunjukkan program MCD (Monitoring Center for Development) efektif dengan rentang nilai efektivitas sebesar 2,62%. Kesimpulan dari penelitian ini menujukkan bahwa walaupun program ini dikatakan efektif, tetapi pada indikator efektivitas keberhasilan program bisa lebih ditingkatkan dalam pelayanan MCD (Monitoring Center for Development).

  • Surakarta – Sekolah Vokasi – 2024
  • D-4 Demografi dan Pencatatan Sipil
  • Akta Kematian, Boyolali, Efektivitas, Monitoring Center forDevelopment
  • Laporan Tugas Akhir (D IV)

Sumber Digital: Perpustakaan Digital UNS

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================

MCD & Klasifikasi Kondisi Ekonomi

Wabah Covid-19 telah memberikan dampak pada semua bidang baik itu sosial, politik maupun ekonomi. Pasca Wabah Covid-19, pemerintah menerapkan kebijakan pemulihan ekonomi. Berbagai kegiatan yang bertujuan untuk memitigasi dampak ekonomi dari COVID-19, termasuk penyediaan bantuan sosial (Puspitasari Gobel, 2020). Bantuan Sosial (Bansos) merupakan program pemerintah yang pemasukan dan pengeluarannya dibebankan pada APBN. Bantuan sosial dapat diberikan pada perseorangan, keluarga maupun kelompok masyarakat namun tidak bersifat berkelanjutan dan bersifat selektif (Lidysari, Tambunan dan Qurniawan, 2022).

Bantuan sosial hanya diberikan kepada warga dengan kondisi ekonomi prasejahtera / miskin artinya, bagi keluarga yang setidaknya tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar seperti kebutuhan rohani, pangan, sandang,  papan, dan kesehatan. (Ninditama et al., 2020).

Namun, sering kali masih ditemukan penerima bansos yang salah sasaran, tidak merata dalam penyaluran bansos, dan masih ditemukan data ganda (Indahsari, Susanti dan Supriyanto, 2024).

Menurut Abdulsyani (dalam Ratnasari, 2013:21), KONDISI EKONOMI merupakan kedudukan seseorang dalam kelompok manusia yang ditentukan oleh jenis aktifitas ekonomi, pendapatan, dan kemampuan memenuhi kebutuhan. Kondisi ekonomi menentukan seseorang LAYAK atau TIDAK LAYAK menerima Bansos (bantuan sosial). Gejolak terjadi karena bansos salah sasaran, tidak merata, dan data ganda (Indahsari, Susanti dan Supriyanto, 2024).

Data MCD (Monitoring Center for Development) Boyolali merupakan data yang berisi data kependudukan dengan informasi yang memuat penghasilan, rasio pengeluaran pangan, kepemilikan aset maupun jenis pekerjaan. Data MCD Boyolali menghasilkan empat kriteria status warga yaitu “MAMPU”, “RAWAN KEMISKINAN”, “MISKIN” dan “MISKIN ABSOLUT” (Inspektur Daerah Kabupaten Boyolali, 2022).

Data Mining merupakan proses yang digunakan oleh ilmuwan data dan penggemar machine learning untuk mengubah kumpulan data menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Machine learning adalah cabang dari artificial intelligence, merupakan disiplin ilmu yang mencakup perancangan dan pengembangan algoritma yang memungkinkan komputer untuk mengembangkan perilaku yang didasarkan kepada data empiris (Chasandra Puspitasari, S.Kom., M.Cs.; Bina Nusantara University, 2022).

Metode Data Mining dalam penelitian ini dilakukan menggunakan algoritma C4.5 yaitu pengembangan dari algoritma ID3 (Purnomo, Pamungkas dan Juliane, 2023).

Algoritma C4.5 mengatasi kekurangan Algoritma ID3 yaitu dengan teknik pruning (pemangkasan) untuk menghindari overfitting (ketepatan berlebihan saat menguji data baru) sehingga menghasilkan pohon keputusan yang lebih umum (Rizqullah, Raihana dan Jambak, 2024). Algoritma C4.5 juga merupakan salah satu algoritma yang banyak digunakan oleh para peneliti akademik, lembaga maupun perusahaan untuk mengolah suatu data.

Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan di Scopus, RapidMiner merupakan salah satu aplikasi Data Mining bersumber terbuka terbaik. RapidMiner telah diteliti dan dibandingkan dengan beberapa aplikasi Data Mining bersumber terbuka populer lain yaitu: KNIME, R, Scikit-Learn dan Spark melalui pengujian menggunakan data besar yang kompleks dalam bidang kesehatan dan menghasilkan poin paling tinggi serta direkomendasikan untuk digunakan (Santos-Pereira, Gruenwald dan Bernardino, 2022). Karena RapidMiner telah diteliti dan ternyata mampu mengelola data kesehatan lebih baik dari aplikasi Data Mining yang lain, maka peneliti memilih aplikasi ini untuk digunakan sebagai alat bantu. RapidMiner adalah software yang berfungsi untuk mengolah data. RapidMiner ditulis menggunakan Bahasa Pemrograman Java sehingga dapat bekerja pada semua sistem operasi (Wahyuni, Hariyanto dan Batubara, 2022).

CRISP-DM adalah singkatan dari Cross-Industry Standard Process for Data Mining, yaitu metodologi standar industri yang banyak digunakan untuk memecahkan masalah kompleks menggunakan analisis data dan ilmu data. Metodologi ini menyediakan kerangka kerja terstruktur yang terdiri dari enam fase utama: pemahaman bisnis, pemahaman data, persiapan data, pemodelan, evaluasi, dan penerapan (deployment).

Evaluasi model klasifikasi didasarkan pada pengukuran terhadap kinerja dari model klasifikasi untuk menggambarkan seberapa baik sistem dalam mengklasifikasikan data. Confusion Matrix adalah metode yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja algoritma klasifikasi (Salam et al., 2023).

Setelah data dibersihkan, dilakukan implementasi menggunakan metode klasifikasi dengan algoritma C4.5 melalui Aplikasi RapidMiner, yaitu sebuah aplikasi Data Mining. Data yang sudah bersih diimport kemudian dikonfigurasi sehingga dapat diolah dengan algoritma C4.5. hasil pengolahan dengan algoritma C4.5 menghasilkan akurasi sebesar 94,47% dengan predikat “sangat baik sekali”. Melalui penelitian ini, ditemukan 8 indikator yang paling berpengaruh terhadap kondisi ekonomi warga Boyolali

Melalui penelitian ini, Pemerintah Desa Sumbung dapat melakukan klasifikasi kondisi ekonomi warga yang layak maupun tidak layak diberikan bantuan sosial berdasarkan indikator-indikator yang dihasilkan sehingga dapat mengantisipasi pemberian bantuan sosial agar tidak salah sasaran. Hasil dari rekomendasi kelayakan bantuan ini juga dapat digunakan di wilayah lain karena data sumber memiliki indikator yang hampir identik dengan indikator yang dimiliki oleh Kemensos, BPS maupun BKKBN. Hasil rekomendasi kelayakan bantuan ini juga dapat berfungsi sebagai Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Systems / DSS).

Prototype: Contoh Quick-Scanning Kelayakan Bansos

Jurnal Ilmiah (Terakeditasi Sinta 4): Universitas Nusantara PGRI Kediri (Teknik Informatika)

====================

#desasumbung
#pemdessumbung
꧁ꦄꦝ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦝꦺꦱ꧀ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧂

====================